Perkebunan Karet Diserang Cendawan

Medan, mediatribrata.com — Cendawan Pestalotiopsis SP adalah hama yang menyerang pertumbuhan tanaman karet. Sehingga membuat industri karet nasional menjadi resah. Sebab, produksi karet secara nasional mengalami penurunan dalam kurun setahun terakhir.

“Hal ini tentu saja mengganggu suplai, termasuk ekspor. Penurunan produksi karet secara nasional ternyata karena tanaman karet saat ini diserang oleh hama pestalotiopsis sp. Atau sering disebut cendawan sehingga menimbulkan gugur daun karet,” ujar Kacuk Sumarto kepada para wartawan di Medan, Jumat (12/7/2019).

Wakil Ketua Bidang Produksi Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Pusat, Kacuk Sumarto menyebutkan, pemerintah pusat dan stakeholder karet telah memgambil sejumlah langkah strategis untuk mengatasi pestalotiopsis sp tersebut.

Bahkan, ujar Kacuk, Direktorat Jenderal Perkebunan mengeluarkan surat nomor 4314/KB.210/E.5/06/2019 tanggal 20 Juni 2019 dan ditandatangani oleh Drs Dudi Gunadi BSc MSi selaku Direktur Perlindungan Perkebunan.

Surat itu, kata Kacuk, bersifat penting yang isinya tentang serangan cendawan pestalotiopsis sp yang telah menyerang perkebunan karet di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Lampung.

“Saya belum tahu berapa hektar dan di Kabupaten mana di Sumatera Utara yang perkebunan karetnya terkena cendawan pestalotiopsis sp ini. Tapi saya melihat pemerintah sudah berupaya optimal, namun sepertinya cendawan pestalotiopsis ini susah dikendalikan,” tegas Kacuk Sumarto.(hen)