PLN Mengupayakan Listrik Di Jayapura Dapat Berjalan Normal

MediaTribrata – PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN di Provinsi Jayapura, Papua, diduga terdampak aksi demonstrasi massa saat menolak rasisme yang terjadi di kota Jayapura belakangan ini. Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah menyampaikan lokasi penyulang ini berada tepat di dekat kantor PT Telekomunikasi Indonesia yang dilaporkan terbakar dan terkena amukan massa.

Dwi mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pengecekan. “Pengecekan penyulang yang sempat terbakar sedang dilakukan oleh petugas PLN untuk upaya penormalan,” paparnya.

Dwi memberikan alasan pengecekan ini dilakukan untuk alasan keamanan. Ia juga memastikan sistem kelistrikan PLN disana dapat beroperasi normal. “Semua sistem beroperasi normal, kecuali penyulang dilokasi yang terbakar saja untuk pengamanan,” jelasnya.

Tercatat pada pukul 19.00, Beban sistem kelistrikan di kota Jayapura sekitar 56 MW dengan 34 penyulang yang masih dalam kondisi normal. Dan Beberapa penyulang yang masih dalam masa pemadaman sekitar 19 MW tersebar di 6 penyulang meliputi :

1. Merak
2. Nuri
3. Mambruk
4. Kasuary
5. Rajawali
6. Maleo

Pihak PLN memberikan kepastian bahwa upaya penormalan terus dilakukan oleh mereka, untuk penyulang yang sudah aman atau bebas dari api akan langsung dinyalakan kembali agar pelanggan segera bisa menikmati listrik secara normal juga. PLN juga akan terus memberikan update progress penormalan infrastruktur kelistrikan di Kota Jayapura.