Polri Berpendapat Jika Medsos Tidak Diblokir Maka Papua Akan Menjadi Lebih Parah

MediaTribrata – Polisi tak memungkiri bahwa pembatasan internet menjadi salah satu pemicu terjadinya aksi anarkis di Jayapura, Papua, Kamis silam.

Kendati demikian, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menuturkan bahwa pembatasan internet dilakukan untuk tujuan yang lebih baik dengan meminimalisasi konten negatif yang dapat memprovokasi massa.

“(Pembatasan internet) memang salah satu, bisa memicu, cuman kalau itu enggak diblokir, tambah lebih parah lagi,” ujar Dedi saat ditemui di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Dikarenakan banyaknya konten negatif yang tersebar di media sosial membuat masyarakat kurang bisa memilah dan mudah percaya sehingga akan adalagi kejadian jika tidak dibatasi.

Dedi pun menegaskan bahwa situasi di daerah tersebut kini sudah kondusif, begitu pula di daerah lainnya di Papua dan Papua Barat. Menurut Dedi, kegiatan masyarakat sudah kembali normal.