Curi Hasil Panen, 2 Warga Jombang Ditangkap di Blitar

Portrait of María del Socorro López López, 43, a coffee picker at La Revancha Coffee Estate in Matagalpa, Nicaragua. “I have worked 10 years here. With the Fair Trade Committee we will get a price from our work. We are being trained to do our work better”. La Revancha is one of the few Fair Trade certified coffee estates in Latin America. Some buyers prize this labor rights initiatives with a higher market price, which will soon go directly to the workers. Some social actions are made by the workers Fair Trade committee which has direct talks with land owners.

MediaTribrata – Dua warga Jombang ditangkap di Blitar. Mereka terbukti mencuri kopi hasil panen petani. Modusnya tergolong baru. Kedua pelaku memodifikasi mesin selep yang diangkut ledok keliling kampung. 

Kedua warga Jombang itu masing-masing Ngadijan (48), warga Desa Jombok, Ngoro, dan Alex Revangga (24), warga Desa Mojokrapyak, Tembelang. Keduanya diserahkan ke Mapolsek Wlingi oleh warga Dusun Tlogomulgo, Desa Balerejo, Kecamatan Wlingi.

Sebelumnya, warga mendapat keluhan seorang petani bernama Djami (58) karena kehilangan kopi hasil panenannya sebanyak 170 kg. Saat kejadian, korban pergi melihat karnaval. 

Tiba-tiba kedua pelaku mendatangi rumah korban naik ledok. Lalu mereka bilang kepada anak korban, tadi disuruh ke rumah untuk menyelepkan kopi hasil panennya. 

Anak korban pun percaya. Dia menyerahkan 8 karung kopi untuk diselep di halaman rumahnya. Namun, setelah selesai diselep, kopi hasil selepan hanya diberikan sebanyak 60 kg. 

Polisi menerima laporan langsung mendatangi lokasi. Dari kedua pelaku diamankan satu karung plastik berisi biji kopi kering seberat 40 kg. Satu unit modifikasi mesin selep/ledok warna biru kombinasi merah dan sisa uang hasil penjualan biji kopi Rp 322 ribu.