PT KAI Berupaya Kurangi Angka Kecelakaan di Daerah Perlintasan Sebidang

MediaTribrata – PT Kereta Api Indonesia sudah menutup sebanyak 311 perlintasan sebidang yang diduga tidak resmi selama periode awal 2018-Juni 2019. Hal tersebut merupakan upaya perseroan dalam menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas kereta api.

Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro memberikan keterangan bahwa selama 2019 ini, telah terjadi 260 kali kecelakaan di perlintasan sebidang yang mengakibatkan 76 nyawa direnggut didalamnya.

“Sebanyak 311 perlintasan tidak resmi telah KAI tutup dari 2018-Juni 2019. Pada prosesnya langkah yang dilakukan KAI untuk keselamatan tersebut juga kerap mendapatkan penolakan dari masyarakat. Dalam kondisi tersebut diperlukan langkah untuk mencari jalur alternatif bagi masyarakat yang harus disolusikan bersama oleh pemerintah pusat atau daerah,” jelas Edi Sukmoro.

Edi Sukmoro juga mengungkapkan bahwa perseroan telah mencatat 1.223 perlintasan sebidang yang resmi atau dijaga sedangkan ada 3.419 perlintasan sebidang yang liar atau tidak dijaga. “Sedangkan, perlintasan tidak sebidang baik berupa flyover maupun underpass berjumlah 349 perlintasan,” ungkapnya.

Salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan pada perlintasan juga dikarenakan tidak sedikit para pengendara yang tetap memacu kendaraanya meskipun sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi tersbut.

“Jangan melanggar apa yang ditentukan, misalkan ada pintu ditutup, orang coba-coba menerobos. Kalau pintu ditutup, ya jangan menerobos. Karena kereta api tak bisa rem mendadak,” jelasnya.