Galakkan Pembangunan, Pemerintah Kurang Memperhatikan Nasib Pekerja

MediaTribrata – Pembangunan infrastruktur sedang digalakkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Tak hanya pemabangunan di daerah perkotaan, pembangunan infrastruktur gencar dijalankan di daerah-daerah guna mencapai pemerataan pembangunan di seluruh daerah. Sayangnya, peran pemerintah terhadap nasib para pekerja bangunan di Indonesia terlihat kurang.

Dewan Pembina Dewan Pertukangan Nasional (DPN) Tukang Bangunan Seluruh Indonesia, Mayjen (Pur) Tatang Jaenudin mengatakan, ada sekitar 15 juta tukang bangunan di Indonesia yang belum lirikan jasa dan perannya dalam membangun sarana dan infrastruktur.

“Di Indonesia ini ada sekitar 15 juta pekerja bangunan yang hingga saat ini jasa dan peranannya terhadap pembangunan sarana dan infrastruktur di Indonesia yang mungkin belum diperhatikan pemerintah. Padahal profesi mereka sama dengan profesi yang lain yang juga butuh perhatian pemerintah,” paparnya.

Tanpa adanya pekerja seperti mereka, wujud bangunan dan infrastruktur di negeri ini mungkin tak akan terlihat hasilnya. Berangkat dari keprihatinan ini didapat sebuah ide untuk melakuakn pembentukan DPN Tukang Bangunan Seluruh Indonesia.

“Wadah ini kami buat sebagai upaya kami untuk menyatukan visi dan misi kita untuk memperjuangan aspirasi para pekerja bangunan di Indonesia untuk hidup layak. Setelah wadah ini kami buat, kami berencana akan menyelenggarakan kongres Tukang Bangunan ke-1 yang rencananya turut di hadiri oleh Presiden Joko Widodo dimana salah satu misinya adalah mencetuskan adanya Hari Tukang Bangunan Indonesia pada 21 September mendatang,” jelasnya.

Menurut Tatang sendiri, pihaknya juga akan menyelenggarakan Kongres Tukang Bangunan ke-1 yang rencananya akan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo.

“Untuk membentuk kebanggan pada tukang bangunan. Dari situ mereka akan belajar menjadi sosok yang profesional, percaya diri, mandiri serta berintegritas,” ujarnya.