Kepolisian Medan Grebek Beberapa Lokasi Narkoba di Medan

MediaTribrata – Kepolisian Resor Kota Besar Medan telah menggerebek tiga lokasi yang telah menjadi sarang peredaran narkoba di Medan. Polisi telah mengamankan belasan orang dan menyita barang bukti narkoba.

Perkampungan narkoba yang digerebek terdapat di Jalan Jamin Ginting kawasan Simpang Selayang, Jalan Setiabudi Medan dan Jalan Jermal 15 kawasan Medan Denai Medan, Sumatera Utara.

“Kita turun melakukan operasi pemberantasan narkoba ke lokasi dimaksud setelah mendapatkan laporan dari masyarakat,” ujar Kepala Satuan Sabhara Polrestabes Medan.

Beliau mengatakan, operasi pemberantasan narkoba ini dilakukan oleh polisi sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Operasi ini dipastikan terus digelar polisi sampai semuanya di daerah tersebut bersih.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang mengambil peranan dalam mendukung polisi melakukan pemberantasan narkoba. Kami optimistis melakukan pemberantasan narkoba di kota ini,” katanya.

Sonny berpendapat, dalam penggeberekan sarang narkoba di Simpang Selayang dan Setiabudi Medan, polisi mengamankan 10 orang pria dan 3 orang wanita. Salah satu dari 13 orang yang diamankan itu diketahui sebagai pengedar.

“Tersangka pengedar sabu-sabu yang ditangkap dalam operasi pemberantasan narkiba itu berinisial, AP (30) warga Jalan Bunga Pancur IX Medan Selayang Kota Medan. Ada tujuh paket sabu disita,” katanya.

Selain menyita barang bukti narkoba, polisi juga telah mengamankan sepeda motor, alat isap sabu – sabu, dan lainnya.

Di tempat terpisah, polisi telah diadang warga ketika melakukan penggerebekan di kampung narkoba kawasan Jalan Jermal 15. Namun telah diatasi tidak lama kemudian.

Menurut Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo, ada lima orang yang diamankan terkait peredaran narkoba di kawasan tersebut. Dan juga telah memaparkan barang bukti.

“Kami tetap melaksanakan operasi meski sempat diadang oleh warga di sana. Setelah kita berikan penjelasan, warga kemudian memberikan dukungan kepada polisi. Pengadangan terjadi karena provokasi pengedar,” sebutnya.