Melawan Peraturan Berujung Maut

MediaTribrata – Berdasarkan informasi dari polisi setempat, kejadian berawal di lapangan apel Satlantas Polres Lotim.

Saat itu seorang pengendara tak dikenal dengan sepeda motor Vario warna putih coba melawan arus dan tanpa mengenakan helm masuk ke pintu gerbang kantor Satlantas.

Pengendara itu adalah Zaenal yang Pada saat itu juga terkena razia, ada dua anggota Satlantas atas nama Aipda I Wayan Merta Subagia dan Bripka Nuzul Husaen yang sedang melaksanakan tugas piket menjaga barang bukti hasil razia operasi patuh di lapangan apel Satlantas.

Zaenal disebut datang dengan cara yang tidak bersahabat dan dengan nada keras berkata, “Di mana motor saya?”

Hal itu memicu awal percecokan antara Zaenal dan anggota Satlantas yang sedang berjaga.

Aiptu I Wayan Merta Subagia berkata untuk turun dari kendaraan, tetapi masih dengan nada tinggi Zaenal mengatakan, “Maumu apa?”

Bripka Nuzul lalu menghampiri Zaenal dengan tujuan menenangkan.

Secara tiba-tiba, Zaenal disebut menyerang Bripka Nuzul dengan cara memukul.

Perkelahian itupun tidak terelakan. Zaenal disebutkan melakukan perlawanan dan anggota melakukan pembelaan diri hingga mengakibatkan Zaenal terjatuh dan menabrak pot bunga yang ada di lapangan apel Satlantas.

Hingga akhirnya, Zaenal dilumpuhkan dan selanjutnya diserahkan ke SPKT Polres Lotim. Akibat serangan dari Zaenal, Bripka Nuzul juga langsung dilarikan ke rumah sakit karena luka yang cukup serius.

Zaenal sempat diperiksa Satreskrim Polres Lotim, tetapi saat pemeriksaan Zaenal tiba-tiba tidak sadarkan diri dan dibawa ke RSUD Selong.

Nyawa Zaenal tak tertolong. Polres Lotim disebut sudah membiayai pengobatan dan pemakaman Zaenal. Polisi juga disebut sudah melakukan musyawarah dengan keluarga Zaenal.