Karhutla di Wilayah Sumatera Sangat Berdampak Negatif Bagi Maskapai Penerbangan

Pesawat Kepresidenan yang membawa Presiden Joko Widodo dan rombongan mendarat mulus di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Riau, Senin petang (16/9/2019). Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan untuk meninjau kondisi kabut asap dan penanganan karhutla di Riau. ANTARA FOTO/FB Anggoro/ama.

MediaTribrata – Selimut sebagian Sumatera dan Kalimantan akibat Karhutla. Bencana itu berdampak luas bagi penerbangan maskapai. Hari ini, 105 penerbangan Lion Air Group terdampak kabut asap di berbagai bandara di Indonesia.

Dampak kabut asap bagi operasional 105 penerbangan Lion Air Group terjadi di banyak bandara. Seperti di di Bandara Ngurah Rai Denpasar (DPS), Bandara Juanda Surabaya (SUB) Bandara Kertajati di Majalengka (KJT), Bandara Yogyakarta di Kulonprogo (YIA) serta Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG).

Imbas dari kabut asap, Lion Air Group menjadikannya dalam 7 kategori seperti Informasi Pengalihan Pendaratan (divert), Informasi Keterlambatan Kurang dari 60 menit, Informasi Keterlambatan 60 menit – 180 menit, Informasi Keterlambatan Lebih dari 180 menit, Informasi Keterlambatan Sampai Pemberitahuan Lebih Lanjut (Until Further Notice/ UFN), Informasi Pembatalan Penerbangan, serta potensi keterlambatan rute berikutnya dan dampak rotasi.

“Keputusan tersebut disebabkan akibat cuaca buruk berupa fog/ smoke (kabut asap), yang terjadi di beberapa daerah. Kondisi ini mengakibatkan jarak pandang pendek (visibility below minimum) dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan,” tambahnya. Dijelaskan Danang,

Lion Air Group sudah menginformasikan kepada seluruh penumpang yang terganggu perjalanannya. Lion Air Group memfasilitasi kepada penumpang bagi yang akan melakukan proses pengembalian dana (refund), perubahan jadwal keberangkatan (reschedule). “Sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,” tutup Danang.