Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Berkata Tidak Ada Lagi Asap Lintas Batas Yang Menyeberang ke Negara Tetangga Sejak Akhir September Lalu

MediaTribrata – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menegaskan sejak 23 September 2019 hingga kini tidak ada lagi asap lintas batas yang menyeberang ke negara tetangga akibat kebakaran hutan dan lahan.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugardiman menjelaskan, keberhasilan penanganan asap lintas batas itu dikarenakan penerapan berbagai upaya. Beberapa langkah itu diantaranya teknologi modifikasi cuaca, ‘water boombing’ atau bom air serta penurunan langsung pasukan Manggala Agni ke titik kebakaran.

“Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika pada 13 sampai 22 September 2019 memang masih ada asap lintas batas ke Semenanjung Malaysia namun sekarang tidak lagi,” katanya.

Dia menjelaskan, penerapan teknologi modifikasi cuaca tersebut sepenuhnya bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta TNI.

Upaya teknologi modifikasi cuaca dianggap cukup berhasil karena mampu mendatangkan hujan buatan di sejumlah daerah terdampak karhutla. Presiden telah menegaskan kepada kementerian dan pihak terkait agar ke depannya tidak ada lagi terjadi karhutla. Apalagi, sampai terjadi asap lintas batas.

Di sisi hukum, pemerintah telah menyegel 64 perusahaan dan 20 di antaranya korporasi asal Singapura, Hongkong dan Malaysia. Lebih rinci 47 merupakan unit perkebunan kelapa sawit, 13 unit hutan tanaman dan satu unit restorasi ekosistem.