Terlibat Kasus Penistaan Agama dan Pidana Pencucian Uang, Puang Lallang Ditangkap

Mediatribrata – Puang Lallang alias Mahaguru (74) merupakan warga di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan ditetapkan sebagai tersangka terkait penistaan agama dan juga dijerat pidana pencucian uang.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, pelaku akan dijerat dengan pidana pencucian uang. Diduga Puang Lallang alias Mahaguru memungut uang dari pengikutnya yakni penjualan kartu surga.

“Kartu surga diklaim tersangka akan membebaskan dosa-dosa pengikutnya semasa hidup,” jelasnya.

Tersangka menjual kartu surga atau disebut kartu Wifiq ke jemaahnya, dengan mahar Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu, pengikutnya juga diharuskan menyetor zakat pada tersangka.

Tersangka melantik dirinya sebagai rasul dan mahaguru pada 9 September 1999. Tersangka diketahui membuat kitab suci sendiri yang nantinya akan diajarkan ke ratusan pengikutnya di daerah Patalassang, Bajeng, dan Pallangga.

“Kitab tersebut diakui tersangka ditemukan di peti jenazah Syekh Yusuf,” sebutnya.

Tak hanya itu, tersangka juga diduga melakukan perubahan isi kitab suci Alquran. Hal ini yang membuat geram pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyebut ajaran Puang Lallang sesat.

Pihak kepolisian sendiri telah menyita barang bukti sebanyak 138 item dan barang bukti dari MUI Kabupaten Gowa sebanyak 21 item yang dikumpulkan MUI dari pengikut dan mantan pengikut Puang Lalang.

“Terhadap pelaku akan kita jerat dengan Pasal 156a KUHP dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3,4, dan 5 UU No.8 tahun 2019 dan/atau UU No. 22 tahun 1946 dengan ancaman hukuman 5 hingga 20 tahun penjara,” tutupnya.