Bea Cukai Musnahkan BMN Hasil Tangkapan Periode 2018 – 2019

Mediatribrata – Bea Cukai kembali melakukan pemusnahan bersama di Daerah Bandar Lampung dan Tanjung Balai Karimun atas barang milik negara (BMN) hasil tangkapan periode 2018 hingga 2019.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Barat, Yusmariza, menjelaskan bahwasanya barang ilegal yang dimusnahkan di tempat penimbunan pabean (TPP) Fortune Mulia Indonesia tersebut memiliki nilai sekitar Rp7 miliar dengan potensi kerugian negara hingga Rp4 miliar. Rincian barangnya berupa berupa rokok ilegal sebanyak 10.100.406 batang, minuman keras sebanyak 149,4 liter, tembakau iris sebanyak 300.000 gram, dan vape sebanyak 5,11 Liter.

“Bea cukai memiliki empat fungsi dimana salah satunya adalah sebagai Community Protector yang berperan membatasi beredarnya barang yang dianggap mengganggu kesehatan jika dikonsumsi masyarakat seperti rokok, minuman keras, dan barang lainnya. Untuk itu perlu diawasi produksi dan peredarannya menurut aturan yang berlaku,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Bernhard Sibarani juga mengungkapkan pemusnahan BMN telah dilakukan pada Kamis 31 Oktober 2019 lalu atas hasil penindakan petugasnya dan Bea Cukai Riau yang telah menggeledah sejumlah barang ilegal dengan estimasi nilai sebesar Rp3 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp2,9 miliar.

“Barang-barang tegahan tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar, digilas menggunakan alat berat, dan dengan cara lainnya hingga tidak memiliki nilai ekonomis lagi,” jelasnya.

Adapun rincian barang geledahan oleh Bea Cukai Karimun berupa 7.288 pcs kosmetik, 707 karung pakaian bekas, 152 unit elektronik bekas, 1,9 juta batang rokok ilegal, 166 ribu liter minuman keras, serta 100 pcs berbagai macam barang lainnya. Sementara rincian penegahan oleh Bea Cukai Kepri berupa 75 karung bawang putih dan 284 karung bawang merah dengan, serta 7.847 liter minuman keras ilegal.