Premanisme Mulai Dibrantas di Kota Bekasi

Mediatribrata – Aksi premanisme di Bekasi yang marak terdengar belakangan ini tengah menjadi sorotan, pasca viral video ormas yang meminta paksa jatah parkir minimarket. Hal ini membuat pihak kepolisian pun kini tak segan-segan meringkus oknum yang kedapatan berbuat premanisme. Seperti yang baru terjadi dimana seorang preman ditangkap polisi lantaran memalak dengan menggunakan senjata tajam, dan melukai seorang anggota TNI.

Awalnya korban Sarmili (anggota Kodim 0507) dihubungi oleh kerabatnya bernama Sobirin yang kala itu sedang dipalak oleh pelaku, M Ali. Pelaku yang sedang dalam kondisi mabuk, mengancam Sobirin dengan sebilah golok. Warga Kampung Lubang Buaya, Setu, Kabupaten Bekasi itu juga sempat mendengar suara pelaku di telepon yang mengancam akan membunuh Sobirin dan tak takut aparat.

“Pelaku sebelumnya memalak korban Sobirin. Sama korban sudah dikasih uang, tapi pelaku minta lebih. Karena tidak dikasih, pelaku ngamuk dan mengancam korban,” kata Kompol Erna Ruswing Andari selaku Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota.

Korban lalu menyuruh Sobirin untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya ke pihak kepolisian. Sementara korban mencari keberadaan pelaku di pasar yang menjadi tempat tongkrongan pelaku tersebut. Setelah mendapati pelaku, korban menanyakan apa maksud pelaku mengancam hendak membunuh korban Sobirin.

“Pelaku jawab, memang kenapa, sambil mengeluarkan golok dan menyerang korban. Korban mengalami luka bengkak di jari kelingking kanan,” paparnya.

Setelah dilakukan pencarian, polisi berhasil mengamankan pelaku pemalakan tersebut dengan berikut barang bukti sebilah golok.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan puluhan preman lainnya yang dianggap telah meresahkan dan merugikan masyarakat sekitar. Puluhan preman tersebut kini menjalani pemeriksaan oleh petugas kepolisian. Dan untuk pelaku sendiri nantinya akan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 335 KUHP.

“Hukuman penjara paling lama 12 tahun,” tutupnya.