MUSIUM HIDUP POLRESTABES SURABAYA

Mediatribrata.com – Polrestabes Surabaya – Selain tugas dan tanggung jawab sehari hari, beberapa anggota Satlantas Polrestabes
Surabaya diberikan tanggung jawab sebagai Tour
Guide kunjungan dari
Surabaya Heritage Track House of Sampoerna, dalam Rangka memperingati Hari
Pahlawan di
Museum Hidup Polrestabes
Surabaya Jl. Taman Sikatan No.
1 Surabaya.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya Kompol Teddy Chandra, S.I.K., M.SI. mengatakan bahwa anggotanya selain melaksanakan tugas dan tanggung jawab sehari hari diperintahkan untuk menjadi Tour
Guide kunjungan dari
Surabaya Heritage Track House of Sampoerna guna memperkenalkan sejarah perjuangan
POLRI pada saat perjuangan
November 1945.

Lebih lanjut Kasat Lantas Polrestabes Surabaya Kompol Teddy Chandra, S.I.K., M.SI. menceritakan, Gedung ini awalnya adalah bangunan komplek militer Belanda.
Barak militer ini dihuni oleh serdadu Koninklijke Nederlands(ch)-Indische
Leger (KNIL) atau tentara kerajaan Hindia Belanda. Masyarakat menyebut bangunan tersebut saat itu dengan sebutan Tangsi Djotangan (Djotangan-Militaire Kazerne)
kemudian berubah menjadi Hoofdbureau van Politie te Soerabaia atau Biro
Besar Polisi di
Surabaya saat dijadikan markas polisi Belanda pada
1928.

Pada zaman pendudukan Jepang gedung ini tetap menjadi markas kepolisian dengan nama Keisatsuhonso yang
di dalamnya terdapat Pasukan Polisi
Istimewa Kota Surabaya yang dikenal dengan Soerabaja Shi Tokubetsu Keisatsu Tai.

Di lokasi lain, Kapolrestabes
Surabaya Kombespol H.
Sandi Nugroho,
S.I.K., S.H., M.Hum menjelaskan bahwa Gedung Polrestabes
Surabaya yang sebelumnya Polwiltabes
Surabaya juga merupakan saksi perjuangan Polisi
Istimewa 
(sekarang BRIMOB)
di bawah Pimpinan Kolonel M. Jasin.

Muhammad Yasin, Komandan Tokubetsu Keisatsutai (Polisi Istimewa) Surabaya, menyatakan bahwa Tokubetsu Keisatsutai Surabaya menjadi Kepolisian Negara Republik Indonesia dan segera melakukan tindakan-tindakan untuk mempertahankan kemerdekaan RI.