Fakta Lengkap 3 Petinggi Sunda Empire Jadi Tersangka, Diperiksa Kejiwaannya hingga Terancam 10 Tahun Penjara Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Fakta Lengkap 3 Petinggi Sunda Empire Jadi Tersangka, Diperiksa Kejiwaannya hingga Terancam 10 Tahun Penjara”

Fakta Lengkap 3 Petinggi Sunda Empire Jadi Tersangka, Diperiksa Kejiwaannya hingga Terancam 10 Tahun Penjara Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Fakta Lengkap 3 Petinggi Sunda Empire Jadi Tersangka, Diperiksa Kejiwaannya hingga Terancam 10 Tahun Penjara”

KOMPAS.com – Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dan meminta sejumlah keterangan para ahli sejarah, budayawan, hingga ahli pidana, polisi akhirnya menetapkan tiga petinggi Sunda Empire sebagai tersangka. Ketiga tersangka yakni NB sebagai perdana menteri, RRN sebagai kaisar, dan KAR atau Rangga sebagai Sekjen Sunda Empire. Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena dengan sengaja menerbitkan keonaran dan menyebarkan berita bohong. Dikutip dari TribunJabar.id, adapun pelapor dalam kasus ini yakni M Ari Mulia selaku budayawan Sunda. Setelah ditetapkan tersangka, polisi akan memeriksa kejiwaaan tiga petinggi Sunda Empire. Atas perbuatannya, ketiga petinggi Sunda Empire terancam penjara maksimal 10 tahun. Berikut ini fakta selengkapnya yang Kompas.com rangkum:

1. Menyebarkan berita bohong Ilustrasi hoaks, hoax(Shutterstock) Polisi menetapkan tiga petinggi Sunda Empire sebagai tersangka atas tindak pidana penyebaran berita bohong. Ketiganya yakni NB sebagai perdana menteri, RRN sebagai kaisar, dan KAR atau Rangga sebagai Sekjen Sunda Empire. Penetapan tiga tersangka petinggi Sunda Empire itu dilakukan setelah polisi memintai keterangan para ahli dan sejumlah barang bukti. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Hendra Suhartiyono mengatakan, klaim yang dilontarkan para petinggi Sunda Empire tidak berdasar. “Ini sudah disangkal semua dan itu tidak benar. Apalagi NATO, Pentagon, Bank Dunia, PBB berdirinya di Isola itu tidak benar. Ini salah satu yang bisa saya jawab dari bergulirnya berita-berita yang didengungkan oleh saudara KAR,” kata Hendra saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Selasa (28/1/2020). Hendra menyebutkan, klaim-klaim yang disampaikan kelompok ini membuat resah masyarakat jika terus dibiarkan. Untuk itu, tindakan hukum yang tegas perlu dilakukan. Baca juga: Polisi: Klaim yang Dilontarkan Petinggi Sunda Empire Tak Berdasar  

2. Tiga petinggi Sunda Empire ditetapkan jadi tersangka Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga tengah menjelaskan penetapan tersangka tiga petinggi Sunda Empire di Mapolda Jabar, Selasa (28/1/2020).(KOMPAS.COM/AGIE PERMADI) Setelah menetapkan tiga petinggi Sunda Empire sebagai tersangka, kata Hendra, tidak menutup kemungkinan bakal adanya tersangka baru dalam kasus tersebut. “Hari ini kita tetapkan tiga tersangka dulu. Kalau ada alat bukti yang cukup, kita ambil tindakan kepolisian yang sesuai dengan undang-undang yang ada, mungkin tersangka bisa nambah,” jelasnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui pada 2019 kelompok ini pernah melakukan empat kali kegiatan di Isola dan pada 2018 di Gasibu. “Di Gasibu itu dalam rangka memperingati World Bank,” ujarnya. Baca juga: Tiga Petinggi Sunda Empire Ditetapkan sebagai Tersangka  

3. Polisi dalami motif dibentuknya Sunda Empire Ilustrasi Polisi(Thinkstock/Antoni Halim) Usai ditetapkan tersangka, kata Hendra, polisi akan menggali keterangan lebih lanjut terkait motif dari dibentuknya Sunda Empire ini. “Motif yang masih kita dalami untuk sementara memastikan bahwa Sunda Empire bisa menyejahterakan rakyat sedunia yang mereka bagi dalam enam negara bagian,” katanya. Mengenai dana operasional Sunda Empire, Hendra menyebut kelompok ini memiliki iuran khusus. “Waktu di UPI kita tanya dia iuran,” ujarnya. Baca juga: Polisi Periksa 4 Pengurus Sunda Empire Aceh, Tak Temukan Unsur Pidana  

4. Polisi akan periksa kejiwaan tiga petinggi Sunda Empire Ilustrasi(Shutterstock) Setelah ditetapkan sebagai tersangka karena dengan sengaja menerbitkan keonaran dan menyebarkan berita bohong, polisi akan memeriksa kejiwaan tiga petinggi Sunda Empire. “Rencana ada (pemeriksaan psikologi),” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Hendra Suhartiyono di Mapolda Jabar, Rabu (29/1/2020). Baca juga: Jadi Tersangka, 3 Petinggi Sunda Empire Akan Diperiksa Kejiwaannya  

5. Terancam 10 tahun penajara Ilustrasi penjara.(.) Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga mengatakan, penetapan tiga petinggi Sunda Empire berdasarkan alat bukit dan sejumlah keterangan para ahli. Sambungnya, polisi menjerat tiga petinggi Sunda Empire dengan tindak pidana penyebaran berita bohong dengan ancaman penjara 10 tahun. “Hasil keterangan ahli dan alat bukti, penyidik berkesimpulan kasus ini memenuhi unsur pidana sesuai Pasal 14 dan 15 dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat,” katanya saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Selasa (28/1/2020). Baca juga: Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya  

6. Amankan barang bukti Ilustrasi polisi(KOMPAS.com/NURSITA SARI) Saptono mengatakan, dalam kasus ini, pihaknya mengamankan barang bukti, yakni satu lembar silsilah kerajaan Sunda Empire, lembar asli surat pernyataan Sunda Empire, dan satu lembar asli pengambilan sumpah Sunda Em‎pire. Kemudian, satu lembar asli bukti deposito Bank UBS, satu lembar setoran tunai ke Bank BNI senilai Rp 10,5 juta, dan fotokopi surat keterangan terdaftar ormasda. “Dalam kepengurusannya, ada sekira 1.000-an anggotanya yang tersebar di Lampung hingga Aceh. Untuk membiayai kegiatannya, mereka iuran. Sejauh ini belum ditemukan adanya unsur penipuan dengan modus pungutan uang,” kata Saptono dikutip dari TribunJabar.id.

Editor : Candra Setia Budi