Polisi Terluka Usai Lompat dari Flyover Medan

Jakarta, CNN Indonesia — Seorang personel polisi yang bertugas di Direktorat Sabhara Polda Sumatera Utara (Sumut) mengalami luka usai melompat dari Flyover di Jalan Jamin Ginting, Medan, Kamis (30/1).

Korban Bripda AAP (25) terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara tingkat II, Medan.

Fernando (24) seorang warga mengatakan kejadian itu terjadi sekitar jam 09.10 WIB. Ia sempat melihat korban duduk sambil merokok di atas Flyover. Namun kemudian warga geger ketika melihat tubuh korban sudah terjatuh.



”Tadi pagi kejadiannya sekitar pukul 09.00 WIB. Tapi saat jatuh saya nggak melihatnya. Setelah itu, warga pun langsung berbondong-bondong menyelamatkan korban. Setelah itu korban saya lihat dilarikan ke rumah sakit,” katanya.

Di Rumah Sakit Bhayangkara, korban langsung dirawat intensif di ruang IGD. Rekan-rekan dan keluarga korban juga berdatangan.

Namun rekan-rekan korban enggan memberikan komentar terkait kejadian yang dialami Bripda AAP ini.

”Kami enggak tau bagaimana kejadiannya. Dapat kabar langsung ke sini,” ujar salah seorang personel Sabhara di rumah sakit.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga melompat dari Flyover Jalan Jamin Ginting setinggi 10 meter. Korban mengalami luka patah di bagian tangan dan pinggang. Sebelum kejadian, korban disebut sempat melaksanakan apel pagi di Dit Sabhara Polda Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan bahwa pria yang melompat dari atas Flyover Jamin Ginting itu adalah anggota kepolisian dari Sabhara. Saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab kenekatan ayah beranak dua itu sampai melompat dari atas Flyover Jamin Ginting.

“Informasinya karena ada masalah pribadi. Tapi ini masih kita selidiki dulu,” sebutnya.


Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan juga membenarkan peristiwa ini. Namun ia enggan berkomentar banyak, sebab hingga saat ini penyebab korban terjatuh masih dalam penyelidikan.

“Saat ini korban masih mendapatkan pertolongan. Jadi kita belum tahu bagaimana dan apa motifnya korban,” katanya.