Polisi Tewas Dikeroyok Warga Usai Bikin Onar Acungkan Golok

Polisi Tewas Dikeroyok Warga Usai Bikin Onar Acungkan Golok

Jakarta, CNN Indonesia — Seorang polisi meninggal dunia usai dikeroyok warga di Kecamatan Seputih Banya, Lampung Tengah pada Senin (3/2) dini hari. Polisi itu dikeroyok hingga tewas karena meresahkan warga dengan cara mengayun-ayunkan golok ke orang-orang.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan bahwa korban, Brigpol Ahmad Jahmari merupakan polisi dari wilayah Polres Lampung Timur yang bekerja di bawah unit Sabhara.

“Dia sedang berkunjung atau memasuki wilayah Lampung Tengah. Disana, anghota tersebut melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum lah bahasanya sambil mengacungkan senjata tajam,” kata Pandra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (4/2).

Saat itu, Pandra menjelaskan bahwa oknum polisi tersebut meresahkan warga yang berada di sekitar lokasi, maupun pengendara. Kendati demikian, Pandra tak merinci jumlah pengeroyok oknum polisi tersebut.

Berdasarkan hasil visum sementara, Pandra menjelaskan bawa Ahmad meninggal usai mendapat hantaman benda tumpul. Dugaan polisi, benda tersebut merupakan batu yang digunakan warga saat mengeroyok.

Terkait dengan perbuatan Ahmad itu, kepolisian mengaku sedang melakukan pendalaman dengan memeriksa cairan tubuh yang diambil dari otopsi ke puslabfor Bareskrim Polri.

“Sedang didalami oleh Bid Propam, korban menjadi rese itu kenapa,” ujar dia.

“Untuk mengetahui orang ini dalam pengaruh alkohol kah, atau obat-obatan, atau ada gangguan jiwa,” tambah dia.

Hingga kini, penyidikan masih dilakukan oleh Polres Lampung Tengah, Polres Lampung Timur, dan juga Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung.

Ia pun masih enggan merinci mengenai penyelidikan yang dilakukan terhadap peristiwa pengeroyokan itu, termasuk pemeriksaan saksi ataupun olah TKP yang dilakukan.

“Itu dulu saja ya (terkait korban meninggal),” pungkas dia. (mjo/gil)