Usai Membunuh Sempat Kabur, Pelaku Pembunuhan Di Angkola Selatan Ahirnya Menyerahkan Diri

Sempat melarikan diri setelah melakukan pembunuhan, tersangka RSP (40) warga Dusun Janji Matogu Kelurahan Pardomuan Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan,Jum’at (24/7) lalu sekira 12.30 Wib, akhirnya menyerahkan diri di Kabupaten Tapanuli Utara Kemudian Polres Tapanuli Selatan melakukan penjemputan.

Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP. Roman Smaradhana Elhaj, SH, SIK, MH didampingi Wakapolres, Kompol Hamonangan Hasibuan dalam Press Release, Senin, (27/7) mengatakan, kejadian ini berawal Pelaku RSP Memanggil Anak Korban Liza Hanum Br Pohan Yang Bernama Lastri pada waktu lewat di depan rumah pelaku, namun Lastri tidak menjawab namun Mencibir Pada Waktu Itu Pelaku berkata kepada Lastri “ Dasar Celong” namun Lastri terus pergi.

Pada pukul 12.00 wib korban kembali kerumah bersama Syahriani Br Pohan dan sampai di depan rumah korban datang Lastri dan mengadukan kepada korban (ibunya) sambil menangis bahwa Pelakutelah mengatakan matanya celong.

Bahwa reaksi korban lantas melempar rumah tersangka dengan batu mengenai jendela selanjutnya korban memaki –maki tersangka yang duduk ditempat jualanya dengan kata kotor. Atas ucapan tersebut Pelaku merasa emosi kemudian mengambil sepotong kayu / broti yang berada di samping tempat jualan minyak dan mendatangi korban, selanjutnya memukul kepala korban sebelah kiri dan diulangi lagi memukul kepala korban pada bagian belakang sehinga korban langsung jatuh telungkup.

Akibat peristiwa tersebut Korban mengalami luka pada kepala bagian sebelah kiridan luka robek besar dikepala bagian belakang sehingga Korban meninggal dunia di TKP. Pelaku sempat melarikandiri dengan mempergunakan sepeda motor Yamaha N- Max ke Simarpinggan menemui orang tuanya di Simarpinggan.

Kemudian Pelaku menumpang bus Sibual-buali tujuan Dolok Sanggul dan sesampainya di Dolok Sanggul pukul 22.00 wib di rumah (pariban) Pelaku menginap. Pada hari Sabtu tanggal 25 Juli 2020 pukul 10.00 wib Pelaku menelepon ke kampungnya mencari informasi keadaan korban dan dijawab korban sudah meninggal dunia kemudian disuruh agar Pelaku menyerahkan diri,selanjutnya Pelaku setuju supaya berkordinasi dengan orang tuanya dan polisi supaya Pelaku dijemput di terminal bus Tarutung, Kemudian pada hari minggu tanggal 27 juli 2020 pukul 00.15 wib Pelaku dijemput oleh polisi di terminal bus Tarutung selanjunya di bawa ke Polres Tapsel.

Dalam kejadian tersebut ditemukan Barang Bukti Sepotong kayu/broti panjang 51 cm ukuran 5 x 7 cm  dipergunakan Pelaku untuk memukul korban,Sepotong sarung milik korban berlumuran darah, Sepotong celana pendek warna hijau merek blancos (milik pelaku yang di pakai Pelaku waktu kejadian, Sepasang Baju Korban yang berlumuran darah dan Sepeda motor matic merk yamaha n-max warna putih tanpa nomor polisi  dipergunakan Pelaku untuk melarikan diri dari tkp ke kelurahan Sadabuan kota padangsidimpuan.

“Pasal yang dipersangkakan terhadap Pelaku adalahPasal 338 KUHP,dengan unsur Barangsiapa dengan sengaja Menghilangkan nyawa orang lain, Dihukum karena Makar Mati dengan hukuman penjara selama-lamanya 15 Tahun.” Ucap Kapolres mengakhiri. (sumber : tribratanews.sumut.polri.go.id)

Jangan lewatkan..