Supir Truk Fuso Maut Laka Beruntun di Simalungun Ditetapkan Sebagai Tersangka

mediasumutku.com | SIMALUNGUN-Tak ada seorangpun hamba yang dapat menolak datangnya suatu musibah, apalagi menunda barang waktu sedetik terjadinya peristiwa. Sebagai manusia, kita hanya bisa pasrah menerimanya dan sebaik baik ujian adalah kesabaran diri, berharap kita akan menemukan hikmah terbaik dari segala cobaannya.

Hal itulah barangkali sikap yang harus dijalani oleh Suratman, supir truk fuso maut dalam kecelakaan lakalantas beruntun melibatkan belasan kenderaan hingga merengut lima nyawa. Kini, pria yang telah belasan tahun berprofesi sebagai supir itu ditetapkan sebagai tersangka pasca kejadian.

“Sudah kita simpulkan. Untuk bapak Suratman, pengemudi truk BM 8238 ZU, pada hari ini kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Jodi Indrawan, Jum’at (20/20/2020) saat memaparkan kasus tersebut dihadapan sejumlah wartawan.

Suratman, terang Jodi, dijerat dengan Pasal 310 ayat 4 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Angkutan Lalu Lintas dan Jalan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

“Jadi dengan naiknya status menjadi tersangka, kami akan melakukan penahanan terhadap bapak Suratman di Mapolres Simalungun,” ujar Jodi.

Jodi juga menambahkan, pihanya juga telah melakukan test urine terhadap supir truk dengan hasil negatif. Polisi juga menduga bahwa truk mengalami kelebihan muatan sebelum mengalami kecelakaan.

“Untuk mengetahui kelayakan jalan, itu wewenang Kemenhub (Kementerian Perhubungan). Dari surat-surat, KIR dan SIM, semuanya lengkap,” terangnya.

Sebelumnya diketahui, truck fuso yang dikendarai Suratman kehilangan kendali akibat rem blong di perempatan jalan Asahan dan menabrak belasan kenderaan. Saat itu, ia bersama anaknya membawa truk tersebut dari arah Porsea, Kabupaten Toba menuju Medan dan sempat menitip truk itu selama satu malam di bengkel untuk diperiksa kesiapannya sebelum berangkat.

“Sudah diperiksa (sebelum berangkat). Kami biasa ngecek minyak rem, oli dan air cukup. Tidak ada kebocoran,” ujar Suratman saat ditanyai wartawan.

Ia juga meminta maaf kepada korban dan keluarga korban atas kejadian itu. Suratman juga membantah kabur karena tidak ingin bertanggung jawab. Namun, ia bersembunyi karena takut jadi lampiasan warga.

“Aku minta maaf kepada korban, apalagi sampai ada yang meninggal. Saya tidak sengaja. Saya sembunyi. Tidak ada niat lari (kabur), karena siap itu saya menyerahkan diri ke polisi,” tutupnya. (MS10)