Dua Mengundurkan Diri, Empat Orang Ikuti Audisi Calon Rektor USU

mediasumutku.com-Dua calon rektor Universitas Sumatera Utara (USU) mengundurkan diri dari bursa mencalonan Rektor USU periode 2021-2026. Keduanya adalah Prof. dr. Finel Ganis Siregar, Sp.OG (K), dan Dr. Muhammad Sontang Sihotang, M.Si.

Mundurnya dua calon rektor USU ini, berarti, audisi calon rektor baru USU Periode 2021-2026 di Auditorium USU, Selasa (24/11/2020) kemarin, hanya diikuti oleh empat kandidat saja.

Adapun kandidat calon rektor yang mengikuti audisi ini telah melewati seleksi administrasi yang diumukan pada 18 November 2020 untuk enam calon kandidat. Diantaranya, Prof. Dr.dr. Farhat, M. Ked (Sekretaris USU), Dr. Mulyanto Amin, M.Si (Dekan FISIP USU), Prof. Dr. M. Arif Nasution, MA (Guru Besar Ilmu Politik USU) dan Dr. Restu Utama Pencawan, M.Pd (non USU).

Pelaksanaan audisi ini digelar secara tatap muka dan virtual melalui Live Streaming yang dihadiri oleh Rektor USU, Runtung Sitepu dan jajaran Majelis Wali Amanat (MWA) serta para civitas akademika USU.

“Pada 23 November 2020 pukul 12.02, telah mengundurkan diri Prof Dr dr. Muhammad Fidel Ganis Siregar sebagai calon rektor dan pada 24 November pukul 7.55 tadi pagi telah mengundurkan diri juga Dr. M. Sontang Sihotang. Untuk itu yang berhak yang mengikuti audisi sebanyak empat orang calon rektor,” ungkap Ketua Panitia Pemilihan Prof. Dr. Guslihan Dasa Tjipta, Sp.A (K).

Dalam audisi ini, empat kandidat calon rektor tersebut akan memaparkan program kerja sesuai dengan visi dan misi USU apabila terpilih sebagai rektor USU periode 2021-2026.

Guslihan menuturkan, dalam audisi ini, anggota senat USU akan menilai program kerja yang nantinya akan dikirim tiga nama ke MWA USU.

“Dalam hal ini seluruh anggota senat akan berkesempatan untuk menilai program kerja terbaik calon rektor sebelum dilakukan tahapan penyaringan calon rektor USU untuk mengajukan tiga calon rektor yang akan dikirimkan kepada MWA USU,” ucap Guslihan.

Calon Rektor USU, Prof Dr. Farhat dalam pemaparannya menyatakan jika dirinya terpilih menjadi Rektor USU, maka dirinya akan membawa USU menjadi perguruan tinggi yang memiliki keunggulan di bidang penelitian yang mengedepankan inovasi berkelanjutan.

“Saya akan melakukan hilirisasi penelitian dan memprogramkan link and match untuk menghasilkan daya saing bangsa,” ujar Farhat.

Sedangkan calon rektor Muryanto Amin menawarkan enam usulan program unggulan USU jika kelak terpilih menjadi rektor USU.

Enam usulan atau gagasan program yang akan ia prioritaskan itu adalah pertama menerapkan kelembagaan dan tata kelola adaptif. Muryanto menegaskan, re-adjustment dan revitalisasi struktur serta tata kelola menjadi landasan penting agar pengelolaan universitas dilakukan sangat fleksibel karena USU harus segera merespon perubahan yang sangat cepat terjadi di luar kampus.

“Kelembagaan dan tata kelola yang ketat serta tidak adaptif akan menjebak USU mengalami kesulitan menghasilkan inovasi,” ujar Muryanto

Selanjutnya adalah adaptasi tugas Tri Dharma. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dilaksanakan secara integratif. Proses belajar mengajar dirumuskan berdasarkan perkembangan kehidupan masyarakat, menyesuaikan kurikulum, metode dan konten pembelajaran yang mengutamakan sharing experience serta menggunakan digital.

“Materi ajar harus disusun secara dinamis mengikuti perkembangan temuan riset dan pengabdian masyarakat dilakukan mengatasi masalah jangka panjang masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, calon rektor Prof Arif Nasution, mengatakan jika dirinya terpilih menjadi rektor USU, maka dirinya akan mendirikan fakultas baru di USU, yakni Fakultas Ketahanan Nasional.

“Fakultas ini nantinya saya maksudkan untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang memiliki wawasan kebangsaan. Ini berhubungan dengan letak strategis wilayah Sumatera Utara dengan negara tetangga,” ujar Arif.

Kandidat rektor yang lain, Restu Utama Pencawan, menyatakan jika dirinya terpilih menjadi rektor USU, maka dirinya akan menggalang kerja sama USU dengan perguruan tinggi ternama di luar negeri dan kerja sama dengan pihak swasta non perguruan tinggi. (MS7/foto:ist)