Harga Ayam Potong di  Medan Tembus Rp 35.000 Perkilogram

mediasumutku.com| MEDAN- Harga ayam potong di Medan mulai bergerak naik. Sebelumnya harga ayam ini berada di harga Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per kilogram (kg). Namun, sudah sepekan ini dijual di harga Rp 35.000 ribu perkilogramnya.

Kenaikan harga ini dikeluhkan pedagang nasi yang berada di Jalan H.M Yamin. Sarah adalah salah satu pedagang nasi yang mengeluhkan seluruh harga pangan yang naik sebulan belakangan ini.

“Sudah lama naik harga ayam ini, bertahan di harga Rp 30.000 bulan lalu. Tapi masuk November naik terus sampe Rp 35.000 perkilogram. Kalau beli di kedai kelontong Rp 38.000 perkilogram. Tak hanya ayam potong aja yang naik. Harga cabai merah, bawang merah juga naik. Bukan kami aja yang mengeluh pedagang nasi lainnya juga mengeluh karena sama yang kami alami. Ditambah sejak pandemi ini pembeli sepi,” katanya, Selasa (24/11/2020).

Sementara itu, salah satu pedagang ayam potong di Pusat Pasar Medan Nur Aftia mengaku harga ayam sempat mentok di harga Rp 30.000 per kilogram, tapi setiap hari mengalami kenaikan.

“Sekarang sudah Rp Rp 34.000 hingga Rp 35.000 perkilogram. Ditambah masa pandemi gini, naik pun harga pembeli sepi,” ujarnya seraya berkata untuk ayam potong yang ia jual langsung diambil dari PT Pokphan.

Hal yang sama juga dikatakan salah satu pedagang ayam di Pasar V Padang Bulan, harga ayam potong di jual di harga Rp 35.000 perkilogram.

“Harga daging ayam ini memang sangat fluktuatif. Kalau pembeli kita memang biasanya sudah langganan seperti pemilik warung bakso atau pedagang nasi. Mengeluh juga mereka ya. Karena bukan hanya harga daging ayam saja yang naik. Tapi semua kebutuhan pangan juga naik,” terangnya.

Terpisah, berdasarkan hasil survei Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut), terutama hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) pekan kelima di Oktober 2020 BI mencatat terjadi inflasi 0,29% (mtm), searah dengan Indek Harga Konsumen (IHK) Medan yg mencatat inflasi 0,45% (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat menyebutkan, inflasi terutama bersumber dari cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras (ayam potong).

“Kalau untuk inflasi cabai merah dan bawang merah dipicu terbatasnya aliran pasokan dari Jawa sehubungan penerapan PSBB di Jakarta pada dua pekan awal Oktober, yang kemudian berlanjut pada faktor curah hujan yang tinggi sehingga menurunkan produktivitas kedua komoditas itu. Sedangkan inflasi daging ayam ras dipicu masih rendahnya produktivitas peternak ayam lokal,” pungkas Wiewik.(MS11)