Banjir dan Gagal Panen, Pemkab Asahan Diminta Serius Perhatikan Nasib Petani

mediasumutku.com | ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan diminta untuk memberi perhatian serius kepada masyarakat dan petani yang mengalami gagal panen karena banjir di Desa Perbangunan dan Desa Pertahanan Kecamatan Sei Kepayang.

Banjir tersebut, diduga akibat penutupan aliran air atau anak sungai oleh salah satu perusahaan perkebunan swasta di daerah tersebut. Bahkan, sampai saat ini belum mendapatkan perhatian dan ganti rugi akibat dari pihak terkait.

Hal itu disampaikan oleh Fraksi Partai Demokrat pada rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Asahan dengan agenda jawaban pandangan umum fraksi dari Pemkab Asahan terhadap Nota Keuangan Ranperda Kabupaten Asahan Tentang Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Asahan Tahun Anggaran 2021 di gedung dewan setempat Rabu (25/11/2020).

Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Asahan berharap, agar Pemerintah Kabupaten Asahan dapat menyelesaikan masalah yang dialami masyarakat di desa tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution, yang menyampaikan pidato Pjs Bupati Asahan menjelaskan, gagal panen pada areal pertanian masyarakat yang berada pada wilayah Kecamatan Sei Kepayang khususnya di Desa Perbangunan dan Desa Pertahanan, sampai saat ini pihaknya telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat sebanyak 25 ton benih padi untuk 1000 Ha pertanaman padi di wilayah Kecamatan Sei Kepayang.

Di samping itu, kata Jhon Hardi, dalam rangka memperkecil kerugian petani akibat fuso, sejak tahun 2018 telah disosialisasikan kepada petani tanaman pangan khususnya padi di Kabupaten Asahan Program Asuransi Usaha Tanaman Pangan (AUTP).

“Dimana, sampai dengan saat ini telah disalurkan Polis kepada petani di Kecamatan Sei Kepayang untuk 38 kelompok tani dengan luas 866,05 hektare,” sebutnya.

Program ini lanjutnya, sangat membantu petani khususnya di wilayah-wilayah pertanian yang sering mengalami banjir. (MS10)