Konten Fotografi Bantu Tingkatkan Nilai dan Penjualan Pelaku Usaha

mediasumutku.com| MEDAN- Dalam masa Pandemi Covid-19, fotografi mempunyai peluang yang sangat besar untuk membantu pertumbuhan ekonomi. Konten fotografi bisa membantu meningkatkan nilai dan penjualan pelaku usaha juga pariwisata sehingga menggerakkan perekonomian.

Koordinator Komunikasi Media Digital Kemenparekraf Firnandi Gufron, mengatakan, fotografi ini memiliki peluang yang besar. Saat pandemi orang dipaksa untuk tetap di rumah. Kini, waktu mau berwisata, mereka bisa dapat informasi melalui gambar, dengan skill fotografi yang bagus diharapkan menghasilkan foto yang menarik dan bisa mengundang orang untuk mulai merencanakan berkunjung ke objek wisata.

Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan yang turut hadir dalam kegiatan ini mengatakan, fotografi bisa memberikan kesejahteraan bagi negara di masa pandemi. Fotografer bisa memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi.

“Seribu kata tidak bisa melawan satu foto. Makanya bimbingan tekhnis ini sangat tepat untuk menyiapkan fotografer di Kota Medan dan ini adalah peluang. Kalau dulu mau jualan orang harus lihat produknya, sekarang karena pandemi orang gak bisa lihat langsung produknya. Jadi yang di publikasinya adalah fotonya di media sosial,” kata Sofyan.

Ia mengajak, fotografer di Kota Medan untuk membantu pelaku ekonomi kreatif dalam mempromosikan produknya. Disisi lain, fotografi diharapkan bisa membangun pariwisata Indonesia ke depan.

“Fotografer bisa mempublikasikan tempat-tempat terbaik di Indonesia melalui media sosial. Sehingga menarik wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia,” katanya.

Fernandi mengatakan, pendemi Covid-19 sangat berpengaruh pada pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun, berdasarkan data, ekonomi kreatif lebih cepat bangkit karena bisa menjangkau peluang lainnya.

“Sektor ekonomi kreatif juga terdampak tapi rebound lebih cepat dari pariwisata. Karena ada peluang untuk beralih ke bisnis UMKM misalnya. Pariwisata memang terpuruk tapi ekonomi kreatif masih ada peluang,” katanya.

Dikatakannya pariwisata merupakan salah satu sektor yang mendapatkan dampak Pandemi Covid-19.

“Karena untuk wisata kita perlu berpindah tempat kan. Jadi awal-awal pandemi tidak memungkinkan, orang diminta untuk tetap di rumah dan mencegah penyebaran virus. Namun kita tidak bisa tinggal diam,” katanya.

Dampak yang paling terlihat adalah kunjungan wisatawan menurun. Januari hingga Juni 2019, tercatat jumlah kunjungan wisman mencapai 6,5 juta wisman. Namun tahun ini pada periode yang sama hanya 3 juta wisman.

“Dampaknya dari sektor pariwisata yang menurun, devisa kita berkurang. Namun, belakangan dengan protokol CHSE atau Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability, berwisata sudah mulai dirasa aman. Setidaknya ketika harus bekerja dengan tetap melakukan 3M,” katanya.

Dia mengatakan, pemerintah bersama anggota DPR terus bersatu padu untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia.

“Walaupun belum sempurna tapi kami berusaha melakukan yang terbaik. Mudah-mudah kita bisa segera back to normal,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono berharap, kegiatan ini bisa memberikan manfaat lebih untuk mendukung pariwisata dan industri kreatif di Kota Medan. Diharapkan, bimtek ini memberikan nilai tambah kepada pelaku industri kreatif dan memberi dampak positif di era pandemi seperti ini.

“Mewakili pemerintahan Kota Medan kami mengucapkan terimakasih kepada Kemenparekraf khususnya kepada Sofyan Tan berkat dukungan beliau kegiatan seperti ini dapat diselenggarakan di kota Medan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan terus agar memberikan nilai tambah promosi pariwisata di Kota Medan,” pungkasnya.(MS11)