Harga Cabai Rawit di Medan Naik Tajam

mediasumutku.com| MEDAN- Hujan lebat ditambah dengan sejumlah bencana yang membuat terputusnya sejumlah akses jalan memicu kenaikan harga cabai rawit.

Ketua Pemantau Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, harga cabai rawit meroket dari kisaran Rp 25.000 perkilogram menjadi Rp 35.000 perkilogram saat ini. Atau naik sekitar 10 ribu perkilogram sejak awal pekan ini.

“Setelah kita melakukan penelusuran mendalam, ternyata kenaikan harga cabai rawit terjadi karena pasokan dari sidikalang mengalami gangguan,” katanya, Jumat (27/11/2020).

Selama ini, kontribusi besar cabai rawit di SUMUT itu banyak disumbangkan dari Aceh dan Sidikalang. Nah saat ini di sidikalang intensitas hujan sangat tinggi. Membuat petani enggan untuk turun ke lading. Dan tanaman cabai rawit ini membutuhkan biaya besar saat panen. Jadi memang untuk sementara cabai rawit bertahan mahal. Hingga kondisi cuaca kondusif.

“Saya memperkirakan harga cabai rawit tidak akan bertahan mahal untuk waktu yang lama. Cabai rawit berpeluang turun nantinya. Sehingga konsumen tidak perlu panic dengan kenaikan harga cabai rawit tersebut. Untuk cabai merah, harganya masih stabil dikisaran Rp37.000 hingga 40.000 kualitas medium. Jadi memang masih bertahan mahal,” ujarnya.

Untuk harga komoditas lainnya, kabar baik datang dari bawang merah yang perlahan suah mulai turun. Setelah sempat bertahan dikisaran Rp33.000 hingga 35.000 perkilogram. Bawang merah saat ini dijual dikisaran Rp30.000 hingga 32.000 perkilogram.

Daging ayam juga sama, harganya saat ini perlahan mengalami penurunan. Dimana daging ayam yang sempat menyentuh Rp 36.000 perkilogram, saat ini di jual dikisaran Rp34.000an perkilogram.

“Saya menilai harga pangan secara keseluruhan belum terganggu. Untuk cabai rawit, tenang saja, bisa turun secara tiba tiba nantinya,”pungkasnya. (MS11)