Sabrina : Ketahanan Nasional Dimulai dari Keluarga

mediasumutku.com | MEDAN – Keluarga merupakan unit terkecil dalam lingkungan masyarakat. Namun pengaruhnya berdampak luar biasa bagi ketahanan nasional. Untuk itu sangat penting menciptakan keluarga yang berdaya dan kuat.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) R Sabrina saat membuka dan menjadi salah satu narasumber pada Seminar Edukasi Ketahanan Keluarga ‘Ibu adalah Sekolah Utamaku’ dalam Rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-92 Tingkat Provinsi Sumut Tahun 2020, Senin (7/12), di Gedung Bina Graha Pemprov Sumut, Jalan Pangeran Dipenogoro Nomor 21 Medan.

“Keluarga yang berdaya dan kuat itu salah satunya dipengaruhi peran penting sosok ibu di dalam keluarga. Edukasi ketahanan keluarga khususnya dalam rangka peringatan hari ibu hari ini, mari kita jadikan untuk refleksi dan apresiasi ibu atau istri masing-masing di rumah,” ujar Sabrina.

Momen ini, kata Sabrina, juga penting untuk dijadikan refleksi tentang sejauh mana seluruh pihak khususnya laki-laki mendukung kesetaraan dan pemberdayaan perempuan. Katanya, pemberdayaan perempuan sulit terwujud tanpa kesertaan kaum pria.

“Banyak yang mempersempit makna dan pemberdayaan perempuan hanya menjadi isu perempuan semata. Padahal ketika laki-laki mau terlibat dan membatu mendukung isu ini, akan lebih mudah mewujudkan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan,” tuturnya.

Perempuan atau ibu yang bahagia, produktif, aktif dan kreatif akan berdampak besar pada kekuatan keluarga. Suasana rumah menjadi lebih berwarna dan hangat, anak-anak terawat dan suami menjadi tenang. Sebaliknya, ibu yang menderita bisa melemahkan ikatan keluarga.

Sebelumnya, pada sesi pertama seminar, Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nawal Edy Rahmayadi yang juga turut menjadi narasumber sepakat perempuan memiliki peran besar dalam menciptakan keluarga yang kuat dan berdaya, serta berujung pada ketahanan nasional.

“Kaum ibu adalah madrasah pertama anak di rumah. Nilai-nilai yang diperoleh anak di dalam rumah akan ia bawa dalam bersosialisasi. Sebagai ibu yang pada umumnya menghabiskan banyak waktu dengan anak, kita harus bisa mendidik dan mendisiplinkan anak agar sesuai dengan yang kita harapkan,” jelas Nawal.

Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, lanjut Nawal, dimana anggota keluarga banyak menghabiskan waktu di rumah. Hal ini harus menjadi momentum untuk merawat komunikasi dan jalinan yang harmonis.

“Memang pada kenyataannya sulit, tugas ibu bertambah khususnya mengawasi anak sekolah daring. Tetapi jangan sampai kita lalai dan abai yang berujung pada penyesalan ketika anak tumbuh menjadi sosok yang tidak kita harapkan,” pesan Nawal.

Seminar yang dimoderatori oleh M Jailani dari UISU tersebut berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Seminar dikemas dengan model paparan dari narasumber dan dilanjutkan diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta.

Seminar digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut dengan peserta dari perwakilan OPD Pemprov Sumut. Tujuannya disebutkan Kepala Dinas PPPA Sumut Nurlela yakni menyambut Peringatan Hari Ibu ke-92 yang jatuh pada tanggal 22 Desember Tahun 2020.

“Kemudian untuk meningkatkan pengetahuan para peserta mengenai peran perempuan dalam ketahanan keluarga, serta membuka wawasan peserta mengenai fungsi ketahan keluarga dalam masa pandemi Covid-19,” tutup Nurlela.*