Cegah Stunting, AIMI Harapkan 1000 HPK Harus Diperhatikan

mediasumutku.com| MEDAN- Seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau sejak bayi dalam kandungan sampai usia 2 tahun merupakan hal yang harus diperhatikan. Hal itu agar anak dapat tumbuh kembang dengan sehat dan mencegah terjadinya stunting.

Hal itu dikatakan Ketua Asosiasi Ibu Menyusui (AIMI) Sumut dr. RA Dwipuji Astuti, M.Ked.(Neu), Sp.S (K) usai Peresmian Program Dukungan Kesehatan Anak Melalui Program 1000 HPK, di Desa Marindal 2, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (22/12/2020). Acara tersebut dilaksanakan kerjasama PT. PLN UIW Sumut dan AIMI Sumut didukung Pemkab Deli Serdang.

“Kita usahakan cegah stunting dengan program ini. AIMI Sumut fokus ke menyusui ekskelusif dan ibu hamil, makanan bergizi,” katanya.

Namun, masih ditemui informasi yang kurang dan juga dukungan yang kurang dari ayah atau masyarakat untuk ibu menyusui.

“Data yang kita dapat, angka menyusui belum memuaskan. Angka ASI Ekskelusif di Sumut sekitar 40 persen, jauh dari target. Diharapkan lebih dari 50 persen. ASI penting diberikan selama 6 bulan.Diharapkan desa ini menjadi pilot projek,” katanya.

Seribu HPK, untuk menyusui manfaatnya gizi terbaik dan tidak bisa ditiru susu manapun. Juga hubungan anak dengan orangtua semakin bagus. Dengan ASI juga mengurangi angka kesakitan seperti diare, infeksi dan menjadikan pertumbuhan anak maksimal

“Pelaksanaan program ini selama 12 bulan dan kita pantau serta kita berikan edukasi,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Deli Serdang Dra Hj Miskagewasari MM Deli menegaskan ASI adalah hak anak.

“Tiga hal besar penyebab terjadinya stunting yaitu masalah gizi, pola asuh dan lingkungan serta sanitasi yang tidak baik,” ujarnya.

Kabid Kesmas Dinkes Deli Serdang Elmi Haryuni SKM MKes mengatakan, hasil Riskesdas 2018 angla prevalensi stunting di Deli Serdang 25,68 persen (dalam 10 Balita ada 2 atau 3 orang).

“Maka, bagaimana menurunkan prevalensi tersebut dengan melaksanakan intervensi intensif secara konvergensi.

Assisten Manejer CSR dan PKBL PT PLN UIW Wilayah Sumut, Abdullah Sani Samosir menyampaikan, PLN tidak hanya penyedia tenaga listrik tetapi juga memberikan bantuan.

Ia juga menyebutkan, bantuan yang diberikan dalam program ini sebesar Rp 119.660.000 untuk meningkatkan status gizi bayi sampai anak usia 2 tahun dan menurunkan status kekurangan gizi anak dibawah usia 5 tahun di desa Marindal 2.

Kepada AIMI, ia juga meminta agar konsisten dalam program. Kepada penerima manfaat, agar serius dan antusias sehingga bantuan yang diberikan benar benar bermanfaat.

“Semoga program dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Kepada AIMI, ia juga meminta agar konsisten dalam program. Kepada penerima manfaat, agar serius dan antusias sehingga bantuan yang diberikan benar benar bermanfaat,” ujarnya. (MS11)