Brilian Moktar Ingatkan Semua Elemen Disiplin Terapkan 3M dan 3T

mediasumutku.com | MEDAN – Ketua Taruna Merah Putih Sumatera Utara (TMP Sumut) Brilian Moktar mengingatkan semua elemen agar benar-benar serius dan satu tekad bulat untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) dari negeri ini, khususnya dari Sumatera Utara.

“Caranya bagaimana? Pemerintah sudah tegas dalam memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan 3M (mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan menjaga jarak). Akan tetapi kita juga perlu menjalankan yang namanya penerapan praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment),” kata mantan Anggota DPRD Sumut ini, Sabtu (26/12/2020).

Penerapan 3T sama pentingnya dengan penerapan perilaku 3M. Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan sangat gencar.

Dari beberapa sosialisasi yang digelar, 3M banyak membicarakan tentang peran kita sebagai individu. Sementara 3T berbicara tentang bagaimana kita memberikan notifikasi atau pemberitahuan pada orang di sekitar kita untuk waspada. Jadi memang ada satu proses yang tidak hanya melibatkan individu tapi juga orang yang lebih banyak.

“Jadi, 3T itu terdiri dari tiga kata yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment),” tegasnya.

Ketika kita memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan dini menjadi penting agar bisa mendapatkan perawatan dengan cepat. Tak hanya itu, dengan mengetahui lebih cepat, kita bisa menghindari potensi penularan ke orang lain.

“Dengan adanya pemeriksaan dini ini, maka pelacakan bisa dilakukan pada kontak-kontak terdekat pasien positif Covid-19. Setelah diidentifikasi oleh petugas kesehatan, kontak erat pasien harus melakukan isolasi atau mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tentunya hal ini akan mempercepat proses pemutusan mata rantai virus ini,” tandasnya.

Kenyataan yang ada di lapangan adalah, banyak masyarakat yang diduga orang tanpa gejala (OTG) dan pernah melakukan kontak atau perjalanan ke daerah zona merah belum memiliki kesadaran untuk memeriksakan diri lebih dini. Ini yang kemudian menjadi persoalan dan si OTG tadi menjadi penyebar virus.

Sepanjang musim liburan Natal dan Tahun Baru 2021 ini, tambah Brilian Moktar mari kita sama-sama meningkatkan kewaspadaan dan lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.

“Kalau pun misalnya terpaksa harus pulang ke kampung halaman atau melakukan perjalanan ke luar kota, ikutilah aturan yang sudah dianjurkan untuk melakukan rapid test antigen atau PCR. Ketika hasilnya reaktif atau positif, segera isolasi mandiri dan jangan biarkan diri Anda menjadi penyebab orang lain tertular,” katanya.

Disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan sesungguhnya sudah sangat membantu dalam memutus mata rantai virus ini. Kemudian, adanya upaya pemerintah untuk segera melakukan vaksinasi, jangan pula kita langsung seenaknya saja keluar rumah tanpa masker atau berkerumun.

“Anti virus bukan segalanya, tapi kedisiplinan kita dalam menjaga kesehatan, menjalankan protokol kesehatan serta menahan diri untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota jika tidak perlu sekali atau mendesak,” pungkasnya.