Tahun 2021, Harga Sawit Berpeluang Naik

mediasumutku.com| MEDAN- Harga CPO (Crude Palm Oil) belakangan ini masih mampu menguat dan terus melanjutkan kenaikan harga. Sejauh ini, harga CPO masih sedikit diatas level 3.400 ringgit per Ton (3.412 ringgit per ton). “Dengan harga yang demikian , memang ruang penguatan CPO di tahun depan bisa saja terbatas dan tertahan di kisaran 3.600 ringgit. Meskipun, jika melihat potensi perkembangan ekonomi global yang berpeluang membaik, harga CPO bisa saja berlanjut menguat dengan kenaikan yang signifikan,” kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, Selasa (29/12/2020). Tetapi yang menjadi persoalan kata Gunawan, sejauh ini adalah adanya ketidakpastian terkait sejumlah variabel ekonomi yang sulit diperkirakan. Mulai dari kemungkinan perang dagang, mutrasi corona, hingga potensi lockdown di banyak negara yang bisa memicu penurunan kinerja ekspor CPO itu sendiri. “Untuk itu pemerintah harus melakukan sejumlah upaya konkrit agar penyerapan CPO domestik bisa ditingkatkan lebih signifikan. Penggunaan CPO untuk bio diesel rasionya harus dinaikan terus. Segera realisasikan penyerapan CPO untuk Bio Diesel sebesar 30%. Dan Rasionya harus terus dinaikkan dalam jangka panjang,” ungkapnya. Menurutnya, Indonesia tidak bisa selamanya bergantung kepada penyerapan CPO global yang sejauh ini menghadapi ancaman dari potensi peningkatan tensi hubungan politik antar banyak negara. Ditambah dengan gangguan ekonomi karena pandemic corona. “Meskipun di tahun 2021 mendatang saya juga melihat adanya potensi kenaikan permintaan CPO dunia yang bisa merubah ekspektasi kenaikan harga CPO. Tetapi, potensi kenaikan harga CPO mengacu kepada sejumlah tantangan di tahun yang akan datang. Maka pada dasarnya sawit meskipun harganya berpeluang membaik tetapi belum didukung dengan sentiment fundamental yang kokoh,” ujarnya. Sejauh ini, lanjutnya, sejumlah komoditas lain memang juga turut menguat. Katakanlah harga minyak mentah yang naik di kisaran $48 per barel. Yang bisa turut serta mendongkrak kenaikan harga komoditas lainnya termasuk sawit. Akan tetapi, kenaikannya tersebut masih didorong oleh ekspektasi pemulihan ekonomi seiring ditemukannya vaksin. “Walaupun vaksin covid 19 sendiri belum sepenuhnya mampu menjawab dan menyelesaikan kondisi kesehatan masyarakat global. Jadi, kinerja harga sawit sekalipun membaik di tahun depan ekspektasinya, tetapi sebaiknya kita juga bersiap seandainya harga sawit atau CPO justru berbalik arah,”ujarnya. (MS11)