Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Harus Dibangun di Atas Nilai-Nilai Persaudaraan

mediasumutku.com | MEDAN – Ketua Umum Pengurus Pusat Gema Santri Nusa (Gerakan Mitra Santri Nusantara), KH Akhmad Khambali, SE, MM mengatakan, pemikiran ektremisme-radikalisme, anti toleransi berkembang dan menemukan banyak momentumnya pada tahun 2020 efek politik 2019.

Keadaan seperti ini harus segera diatasi bersama demi kelangsungan dan masa depan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Lintas Tokoh Agama Martabe menilai bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara di Sumatera Utara harus dibangun di atas nilai-nilai persaudaraan, persatuan dan kesatuan nasional,” kata Akhmad Khambali saat silaturrahim akhir tahun dan Refleksi kepemimpinan Kapolda Sumatera Utara dengan Tokoh Lintas Agama Martabe bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Martuani Sormin, M.Si

Silaturrahim yang di Gagas oleh Robert Siregar selaku Ketua Tokoh Lintas Agama Martabe yang dihadiri oleh KH. Akhmad Khambali Selaku Ketua Umum Gema Santri Nusa, Ust. Marasutan Ritonga selaku Ketum Rumah Da’i dan H. Suratman selaku Presiden Pujakesuma.

Menurut Kyai Khambali, pihaknya mengajak seluruh komponen bangsa khususnya masyarakat Sumatera Utara untuk bersatu padu, menjaga kerukunan dan perdamaian, dan menyebarkan dakwah Islam yang rahmatan Lil alamin.

Robert Siregar menambahkan di tengah berjalannya roda pemerintahan Ir. H. Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin, cobaan pandemi covid-19 melanda Indonesia. Ujian di tengah-tengah kerja dan langkah pemerintahan presiden Jokowi dalam mewujudkan Indonesia maju, adil dan sejahtera, masih ada saja pihak-pihak tertentu yang selalu menebar kebencian terhadap Presiden dengan berbagai ungkapan negatif.

Padahal hakekatnya Pak Jokowi selaku Presiden kita selalu berbuat adil, selalu mementingkan rakyatnya, jadi kalau dikatakan Presiden kita itu dholim, Hal itu tdk berdasar dan selalu hanya orientasi kebencian belaka. Namun hal itu di balas oleh Presiden kita dengan kelembutan budi.

“Tokoh Lintas Agama Martabe mendukung langkah-langkah pemerintah Khususnya Kapolda Sumatera Utara dalam penanganan pandemi dan pemulihan kondisi ekonomi Nasional. Serta mendoakan dengan setulus-tulusnya semoga Irjen Pol Martuani Sormin selaku Kapoldasu dan seluruh jajarannya diberikan kekuatan dan kesehatan untuk menatap dan bekerja pada tahun 2021 lebih giat dan baik lagi,” kata Kiai Khambali.

Presiden Pujakesuma, H. Suratman mengatakan, saat ini bangsa Indonesia Khususnya Sumatera Utara sedang menghadapi ujian pandemi Covid-19 yang luar biasa.

Ust Marasutan Ritonga menambahkan kehidupan berbangsa dan Bernegara di Sumatera Utara Harus Dibangun di Atas Nilai-Nilai Persaudaraan

Kapoldasu dalam arahannya mengatakan bahwa Polda Sumut memohon support & arahannya, selama memimpin satu tahun terakhir, mampu menekan angka kriminalitas, seperti begal, kejahatan-kejahatan lainnya termasuk kasus narkoba di Sumut. Bahkan Pilkada serentak di 23 Kab/Kota Sumatera Utara berlangsung aman dan terkendali.

Kyai Khambali mengapresiasi kinerja Kapoldasu selama memimpin, karena dengan Kepiawaian Beliau, Maka Sumut sangat Kondusif dari Aspek Keamanan dan kenyamanan. Tokoh Lintas Agama Martabe menyampaikan akhir-akhir ini semakin marak politik identitas, beberapa isu bahkan menjadi sensitif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk itu diperlukan wawasan yang luas dan kedewasaan dalam kehidupan sosial. Diperlukan peran dari semua pihak untuk bisa membendung dan memberikan solusi atas permasalahan ini.

“Kami berharap Tokoh Lintas Agama Martabe bisa berperan terutama melalui komunitas masing-masing untuk memberikan pemahaman agama yang Rahmatan Lil alamin dan kebangsaan yang berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Kyai Khambali.

Ketua Lintas Agama Martabe, Robert Siregar mengatakan selain virus Covid19 melanda Sumatera Utara, Lintas Agama Martabe melihat ada virus lain selain Covid-19, yaitu virus radikal intoleran.

Bangsa Indonesia harus mampu menangani dua virus itu dalam waktu bersamaan. Ust Marasutan Ritonga menambahkan pemahaman Islam yang penuh toleran, menghargai perbedaan dan cinta tanah air bisa terwujudkan di Bumi Nusantara.