Berbahaya, Pengerukan Sungai Asahan Mendesak

mediasumutku.com | ASAHAN – Sedimentasi sungai Asahan setiap tahunnya menjadi ancaman bagi daerah yang dilintasi aliran sungainya terutama bagi dua daerah yakni, Asahan dan Tanjungbalai. Bencana banjir di akhir tahun 2020 lalu di daerah ini menjadi sinyal bahwa pengerukan harus segera dilakukan. Bahkan, berdasarkan studi penelitan dari Universitas Sumatera Utara (USU) beberapa waktu lalu juga telah memberikan rekomendasi terhadap hal ini.

Hal itulah yang menjadi pokok pembicaraan dalam coffee morning yang difasilitasi oleh Komandan Lanal TB/ Asahan Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory di markas komandonya yang ikut dihadiri oleh Bupati Asahan, Surya, Ketua DPRD Asahan Baharuddin Harahap, Walikota Tanjungbalai, M Syahrial, Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat, Rabu (13/1/2020).

“Diharapkan dengan digelarnya coffee morning pada pagi hari ini dapat menghasilkan langkah strategis dalam menyelesaikan pengerukan sungai Asahan yang sudah sangat menghawatirkan apabila tidak segera dilakukan pengerukan” ucapnya.

Lebih lanjut, Robinson juga menjelaskan, akibat dari pendangkalan sungai Asahan akan membawa dampak buruk bagi mahluk hidup disekitarnya. Selain itu, juga mengakibatkan penumpukan material padat di aliran sungai Asahan yang dapat mencemari kualitas air sungai tidak hanya kehidupan hewan dan tumbuhan air tetapi juga kehidupan manusia.

“Disamping itu material di badan sungai juga akan mengurangi daya tampung sungai serta mengubah aliran alami sungai, sehingga dapat menimbulkan bencana seperti banjir seperti yang sudah sering menimpa daerah di aliran sungai Asahan,” tandasnya.

Menyikapi hal itu, Bupati Asahan, Surya, mengatakan, Pemkab Asahan sudah membuat kesepakatan dengan pemerintah Kota Tanjungbalai dalam mencari solusi tersebut, setelah beberapa waktu lalu dilakukan kajian menggandeng Universitas Sumatera Utara (USU) terkait sedimentasi di aliran sungai Asahan.

“Ketika itu, pertemuan menghadirkan Kementrian Lingkungan hidup dan kehutanan, Kementrian PUPR, Kementrian Perdgangan, Kementrian Perhubungan, Pemkab Asahan, serta Pemko Tanjungbalai. Dalam waktu dekat ini kita akan segera merumuskan progress pelaksanaannya,” kata Surya yang dalam hal pernyataan itu didukung oleh Walikota Tanjungbalai, Syahrial. (MS10)