Polda Sumut Tugaskan Tim Khusus Usut Kasus Bocornya Gas Alam di Madina

mediasumutku.com | MEDAN – Sebanyak 34 personel Polda Sumatera Utara diterjunkan langsung ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tepatnya di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Lembah Puncak Sorik Marapi untuk melakukan penyelidikan terhadap tewasnya lima orang warga akibat beracunan gas alam pada Senin (25/1/2021) kemarin.

Kepada wartawan, Selasa (26/1/2021), Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, pihaknya mengutus tim khusus yang terdiri dari petugas laboratorium forensik (Labfor) sebanyak 3 orang, Inafis 4 orang, Jahtanras Ditreskrimum 16 orang dan personel Brimob sebanyak 11 orang.

“Personel itu sudah berangkat menuju Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Lembah Puncak Sorik Marapi, Madina. Tim khusus ini akan mendalami penyebab tewasnya kelima orang warga di sana. Pemeriksaan saksi – saksi saat ini masih dilakukan oleh Polres Madina,” ujar Nainggolan, Selasa (26/1/2021).

Informasi dihimpun dalam peristiwa itu terdapat korban tewas lima orang setelah menghirup gas beracun itu masing-masing, Suratmi (46), Kaila Zahra (5), Yusniar (3), Syahrani (14), dan Dahni. Sedangkan korban pingsan sebanyak puluhan orang. Satu di antaranya adalah petugas kepolisian, yang saat kejadian sedang membantu evakuasi warga.

Dari keterangan sejumlah saksi, kata Nainggolan, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), sedang membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi di Sibanggor Julu, Kecamatan Lembah Puncak Sorik Marap. Pengerjaan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi sudah berjalan 80 persen.

“Kemudian, seorang pekerja PT SMGP berinisial D membuka keran master valve untuk mengalirkan panas bumi atau fluida ke pipa sbend dan membuka kran isolasi valve panas bumi atau fluida mengalir ke silencer tersebut. Dari pipa itu mengeluarkan gas beracun. Warga yang mengetahui hal tersebut langsung melapor kepada pekerja untuk menutup keran,” sebutnya. (MS10)