Harga Ditingkat Petani Turun, Cabai dan Bawang Bakal Murah

mediasumutku.com| MEDAN- Dari pantauan di sejumlah petani cabai di wilayah kabupaten Karo, pasokan cabai terus mengalami peningkatan. Harga cabai di tingkat petani mengalami penurunan yang sangat tajam. Saat ini harga cabai di tingkat petani berkisar Rp 17.000an perkilogramnya.

“Masih memberikan keuntungan bagi petani. Namun, marginnya terus menipis. Akan tetapi, untuk cabai hijau harganya berada dikisaran Rp 9.000an di tingkat petani. Sangat murah, dan di tingkat konsumen harganya mungkin berkisar Rp17.000 perkilogram nantinya,” kata Ketua Pemantau Pangan Sumut. Gunawan Benjamin, Rabu (27/1/2021).

Harga cabai yang mulai turun ini menurut Gunawan, diperkriakan akan berlangsung setidaknya hingga Maret mendatang. Sejauh ini eskpektasinya seperti itu. Namun, kondisi dilapangan nantinya bisa saja berubah. Tergantung kondisi cuaca serta kemungkinan permintaan dari wilayah lain.

“Jadi cabai akan berkontribusi pada kemungkinan deflasi di bulan depan. Sejauh ini, selain cabai merah, cabai rawit yang harganya masih bertahan mahal meskipun turun,” ujarnya.

Saat ini cabai rawit di tingkat petani di jual Rp7.500, sampai di pasar induk Medan berada di kisaran angka Rp 9.000an perkilogram. Untuk bawang merah, karena konsumen lebih senang bawang Jawa, kemungkinan harganya sulit untuk digiring di bawah Rp15.000 nantinya.

Bawang merah juga diperkirakan akan terjangkau setidaknya hingga menjelang ramadhan mendatang. Hal ini dipicu oleh masih banyaknya stok bawang di tingkat petani. Dan, di kabupaten Karo, saat ini tengah memasuki musim panen bawang merah.

“Jadi di bulan Februari, Sumut berpeluang besar mencetak deflasi nantinya. Sekalipun harganya bertahan seperti harga yang berlaku saat ini. Dan potensi deflasi kian besar seandainya justru limpahan produksi terus meningkat. Ditambah lagi jika cuaca bersahabat dan tidak ada permintaan tingi dari luar wilayah Sumut,” pungkasnya. (MS11)