Penduduk Miskin Alami Kenaikan, Pengangguran Akan Bertambah

mediasumutku.com| MEDAN- Terkait dengan jumlah penduduk miskin nasional yang mengalami kenaikan berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin menilai, akan terjadi penambahan angka pengangguran.

“Persoalan kian buruk disaat terjadi penambahan angkatan kerja, namun justru penyerapan tenaga kerja mengalami penurunan. Pandemi memang telah merusak sendi-sendi perekonomian,” kata Gunawan Benjamin, Selasa (16/2/2021).

Atau bahkan bukan hanya penurunan, tetapi penambahan angka pengangguran semakin banyak. Penambahan angkatan kerja ditambah dengan penambahan angka pengangguran akan merusak tatanan sosial ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Utara.

“Dan sangat disayangkan, selama tahun 2020 semua aktifitas ekonomi di banyak sektor mengalami penurunan kinerja,” ujarnya.

Baik dari sisi permintaan maupun penawaran semuanya negatif. Konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 50 persen pertumbuhan ekonomi Sumut mengalami minus 2.98 selama tahun 2020.

“Dan selebihnya seperti, konsumsi pemerintah, investasi, ekspor impor, industri, perdagangan, konstruksi mengalami penurunan. Hanya pertanian dan Real Estate yang mampu tumbuh, itupun mengalami perlambatan yang sangat serius. Jadi motor penggerak ekonomi kita habis. Semuanya mengalami kontraksi. Dan tahun 2021 justru diawali dengan langkah pembatasan sosial atau yang dikenal dengan istilah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyaraka (ppkm),” terangnya.

Bantuan sosial lanjutnya, menjadi harapan penyangga daya beli masyarakat sejauh ini.

“Tapi kita tidak bisa berharap sepenuhnya kepada Bansos. Jika garis kemiskinan di Sumut perrumah tangga sebesar 2.9 Juta (pembulatan 2.879.845), dengan rata-rata jumlah anggota keluarga miskin sebanyak 5.7 jiwa. Maka pertanyaannya seberapa banyak bansos yang diterima setiap rumah tangga tersebut,” ucap Gunawan. (MS11)