Harga Cabai Turun, Sumut Berpeluang Cetak Deflasi

mediasumutku.com| MEDAN- Harga cabai merah dalam sepekan terakhir ini mengalami penurunan sangat tajam. Sebelumnya, harga cabai merah yang sempat bertengger dikisaran angka Rp 40.000 hingga Rp 45.000 perkilogram.

Ketua Pemantau Pangan Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, saat ini harga cabai merah dikisaran Rp 25.000 hingga 30.000 perkilogram. Sementara itu, harga cabai rawit sepekan lalu sempat bertengger dikisaran Rp 60.000 hingga 70.000. Namun, saat ini harga cabai rawit dikisaran Rp40.000 hingga 45.000 perkilogram.

“Ada penurunan sekitar 50 persen harga cabai yang ada di pasar dalam sepekan terakhir ini. Penurunan harga tersebut merupakan penurunan yang sangat tajam. Harga cabai jika bertahan di level ini saja sampai akhir bulan. Maka Sumut akan merealisasikan deflasi yang cukup besar di bulan februari ini,” katanya, Sabtu (20/2/2021).

Untuk harga cabai merah, Gunawan menilai, harganya sudah masuk dalam rentang angka yang ideal. Namun, untuk cabai rawit harganya masih terbilang mahal. Sejauh ini pemicu penurunan harga cabai adalah mulai melimpahnya stok cabai. Bukan hanya dari wilayah Sumut, cabai dari Aceh ataupun Sumatera Barat juga mulai melimpah pasokannya.

“Hal ini membuat permintaan cabai dari luar daerah mampu tertutupi. Dan harga cabai mampu untuk dikendalikan. Sebelumnya, saya juga pernah memperkriakan bahwa mahalnya harga cabai kala itu tidak akan bertahan lama. Namun, ekspektasi tersebut terealisasi lebih lambat dari harapan saya. Akhir januari indikasi penurunan harga cabai mulai terlihat,”ujarnya.

Namun, hanya terjadi dua hari saja, selebihnya cabai sulit untuk mengalami penurunan. Dan dari hasil pantauan kita dilapangan, ada banyak temuan dimana permintaan cabai di luar wilayah Sumut terbilang sangat tinggi. Ini mengakibatkan sejumlah pedagang besar justru lebih memilih wilayah lain menjadi target pemasaran cabai diluar Sumut.

“Nah, sejauh ini masih ada beberapa komoditas pangan yang bertahan mahal. Daging ayam, sayur-sayuran terbilang cukup mahal saat ini. Untuk daging ayam saya melihat potensi turunnya memang belum ada. Harga bahan baku pakan juga masih terbilang mahal,”tutupnya. (MS11)