300 Penyandang Disabilitas Ikuti Kelas PermataBRAVE Hub

mediasumutku.com| MEDAN-Hingga sekarang, sudah 300 siswa penyandang disabilitas yang telah mengikut program PermataBrave Hub bagian dari program PermataHati CSR, program Corporate Social Responsibility (tanggung jawab sosial perusahaan, PT Bank Permata Tbk (PermataBank) mendukung kesetaraan penyandang disabilitas di dunia kerja.

Program ini melibatkan para mentor seperti, Angkie Yudistia, Founder Thisable dan Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Motivator Markus Kristanto, Putri Santoso selaku Founder Kopi Tuli dan Ratnawati Sutedjo dari Precious One.

Adapun program yang dilakukan yakni, mengadakan kelas PermataBRAVE Hub bersama dengan mitra strategis Perbanas Institute.

“Saat ini, ada 25 siswa yang berasal dari berbagai daerah seperti, Bandung Barat, Sukabumi, Subang, Kuningan, Bogor, dan Tangerang,” Head, Corporate Affairs PermataBank, Richele Maramis,” sebutnya, Sabtu (10/4/2021).

Dia mengatakan, program PermataBRAVE Hub merupakan kurikulum pendidikan literasi keuangan dan pemberdayaan. Program ini diciptakan untuk membangun berbagai keterampilan, termasuk pembentukan karakter, literasi keuangan dan perbankan, kewirausahaan, serta kemampuan dan kesiapan kerja.

“Seluruh kurikulum pelatihan ini diharapkan dapat membantu para peserta pelatihan penyandang disabilitas baik untuk siap terjun ke dunia kerja ataupun untuk membangun usahanya sendiri,” katanya..

Program PermataBRAVE Hub menjadi salah satu pelatihan yang diberikan di BBRVPD selain pelatihan vokasional lainnya yang diberikan seperti otomotif, menjahit, desain grafis, komputer, dan elektronika, setiap tahun. Tahun ini kurikulum yang biasa berjalan selama tiga bulan dipersingkat menjadi satu bulan, dengan tiga hari pengajaran bagi Program PermataBRAVE Hub secara daring, untuk menjaga protokol kesehatan penyebaran Covid-19.

“Tahun ini, PermataBRAVE Hub menghadirkan kelas tentang Pengetahuan Dasar Perbankan, Digital Banking, Financial Technology, Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) yang dibawakan oleh para dosen dari Perbanas Institute, serta Dasar-dasar Investasi yang dibawakan oleh Alain Tandi, Head of Wealth Management Product dari Wholesale Banking PermataBank,” sebutnya.

Menurut data dari Survei Penduduk Antar Sensus atau SUPAS 2015, penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 21,84 juta atau sekitar 8,56 persen penduduk Indonesia. Hampir setengah dari jumlah tersebut adalah penyandang disabilitas ganda.

Bukan rahasia lagi bila kondisi umum yang dihadapi para penyandang disabilitas adalah ketidakmampuan mereka untuk bersaing dalam berbagai sektor termasuk dalam memperoleh pendidikan dan pekerjaan yang layak.

“Kondisi ini dipahami oleh PermataBank yang melalui program PermataBRAVE senantiasa memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan pengetahuan dan membangun peluang bekerja yang lebih besar,” katanya.(MS11)