Dipukul Hingga Lebam, Seorang Nenek Melapor ke Polisi

mediasumutku.com| SERGAI – Dipicu perkelahian antar anak, seorang nenek, Asiah (66) warga Serdang Bedagai menjadi sasaran pukulan anaknya hingga lebam dibagian kening.
Atas peristiwa tersebut, Asiah didampingi anaknya, Siska Rahmatia (29), warga Dusun II Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai langsung membuat pengaduan ke Polsek Teluk Mengkudu.
Siska Rahmatia (29) kepada mediasumutku.com, Kamis (17/6/2021) membeberkan, kejadian bermula karena persoalan anaknya yang berinisial D dengan anaknya IF (terlapor) bernama A.
“Anak saya, D dilembar batu dengan anaknya IF yang berinisial A. Dimana, sepeda anak saya di sembunyikan oleh A. Kemudian mereka berantam dan melempar batu ke anak saya. Saya melihatnya langsung dari dalam rumah,” kata Siska.

Setelah dilempar batu sambung Siska, anaknya terus menangis. Atas kondisi itu, ia memanggil A yang saat itu tinggal bersama neneknya, Muliana (50) yang merupakan tetangganya.
“Kemudian, saya memanggil neneknya namun tidak ada jawaban, selanjutnya kami tetap terus menungu jawaban pihak keluarga, tapi seperti mereka tidak ada merespon masalah tersebut. Sorenya, saya membuat status di facebook. Tapi, tidak ada menyebutkan pihak keluarga manapun. Saya hanya menyebutkan tentang anak pungut agar untuk mendidiknya. Mungkin, mereka merasa,” jelas Siska.
Malam harinya lanjut Siska, sekira pukul 02:00 Wib, pihak keluarga IF bersama temannya datang ke rumahnya dan mengaku keberatan dengan status yang diposting Siska. Kemudian, terjadi adu mulut antara Siska dan IF dan tiga orang temannya mendorongnya. Namun, dilerai ibu Siska yang bernama Asiah.

“Kemudian, IF melakukan pemukulan kepada saya namun kembali di halangi ibu, sehingga pemukulan tersebut langsung mengenai kening ibu saya hingga luka lebam dibagian kening,”ucapnya.
Bahkan, sambung Siska, IF mengancam akan melaporkan hal ini ke pemerintah desa. Namun, sekira pukul 03:00 Wib.

“Kemudian, datang kepala dusun kami untuk melakukan mediasi, namun IF berkeras tidak mau berdamai secara kekeluargaan. Padahal, orangtua saya hanya meminta agar IF meminta maaf kepada orangtua saya. Akan tetapi, IF tidak mau malah mengancam agar persoalan ini disuruh untuk membuat pengaduan ke polisi,” bebernya.
Karena tidak memiliki itikad baik, akhirnya Siska membuat pengaduan ke Polsek Teluk Mengkudu dengan harapan kasus ini segera diproses.
Asiah saat di Polsek Mengkudu mengatakan, ia hanya ingin IF meminta maaf kepadanya, agar permasalahannya cepat selesai.

“Saya ingin, permasalahannya diselesaikan secara kekeluargaan karena orang tuanya tetangga kami. Namun IF malah tidak mau. Saya menghalangi pemukulan, karena anak saya masih kondisi hamil,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Kapolsek Teluk Mengkudu, AKP J Sagala melalui Kanit Reskrim Ipda Tri Pranata Purba di konfirmasi membenarkan adanya laporan korban tersebut.
“Iya benar, saat ini korban lagi dilakukan visum di RSU Sultan Sulaiman bersama team Opsnal Polsek Teluk Mengkudu guna proses pemeriksaan,” pungkasnya. (MS6)