Kemendag Jajaki Skema Imbal Dagang B2B dengan 35 Negara

mediasumutku.com|MEDAN– Kementerian Perdagangan menjajaki kerjasama dengan skema imbal dagang bisnis ke bisnis dengan 35 negara mitra. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas pangsa pasar produk ekspor Indonesia dan menghemat devisa negara.

Imbal dagang merupakan transaksi perdagangan yang dilakukan melalui pergerakan barang dan dokumen tanpa disertai transfer uang.

Penegasan itu disampaikan Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Marthin saat membuka acara “Sosialisasi Program Kerja Sama Skema Imbal Dagang Business to Business (B2B)
dengan Negara Mitra Pilot Project” secara virtual, Jum’at (30/7/2021).

Kegiatan ini dihadiri 190 peserta yang terdiri dari asosiasi, eksportir, dan importir dari enam negara mitra proyek percontohan, yaitu Meksiko, Jerman, Rusia, Turki, Afghanistan, dan Filipina.

“Kementerian Perdagangan tengah mendorong program kerja sama imbal dagang B2B dengan 35 negara proyek percontohan. Kami berharap hal itu dapat memperluas pangsa pasar Indonesia dan memasarkan produk baru. Sehingga, memberikan tambahan nilai ekspor, menghemat devisa, serta mengatasi kesulitan
ekonomi,” jelas Marthin.

Marthin mengungkapkan, dari penjajakan tersebut, 10 negara diantaranya menyambut baik inisiatif Indonesia dan memberikan respon positif untuk melakukan pembahasan teknis lebih lanjut.

“Kesepuluh negara tersebut, yaitu Meksiko, Rusia, Jerman, Turki, Filipina, Belanda, Prancis, Italia, Afghanistan, dan Kenya,” imbuh Marthin.

Dari penjajakan yang dilakukan, Indonesia berhasil menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Meksiko pada 2 Juli 2021. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) bertindak sebagai badan pelaksana kesepakatan
imbal dagang B2B tersebut.

“Target kita tahun ini, nota kesepahaman tersebut akan segera diimplementasikan melalui penandatanganan kontrak dan pengiriman barang dari Indonesia ke Meksiko dan sebaliknya,” imbuh Marthin.

Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia menawarkan pupuk urea, pupuk batu bara, arang batok kelapa, dan ragam rempah-rempah seperti kayu manis, pala, dan lada. Sementara, Meksiko menawarkan biji wijen serta minyak nabati dari kanola dan biji bunga matahari.

Direktur Komersial dan Pengembangan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI Persero) Andry Tanudjaja menambahkan, PT PPI menyambut baik program kerja sama imbal dagang.

“Kami menyambut baik program kerja sama imbal dagang ini. PT PPI sebagai koordinator dapat menjembatani para pelaku usaha dengan negara mitra. Kami berharap para pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif untuk menjalankan program kerja sama sekma imbal dagang untuk kepentingan nasional,” kata Andry.

Kepala Divisi Trade Finance LPEI Syafruddin menekankan kepada para pelaku usaha untuk menyampaikan kebutuhan yang diperlukan kepada LPEI.

“Kami mengimbau kepada para pelaku usaha untuk menyampaikan kepada kami apa saja yang dibutuhkan. Kami akan mencatat dan memfasilitasi kebutuhan pelaku usaha,” ujar Syafruddin.

AVP Pemimpin Kelompok Pemasaran dan Advisory Trade PT BNI Tbk., Phetrus Diego Ivak menyampaikan, BNI berperan sebagai pendukung bagi para pelaku usaha dalam kerja sama imbal dagang tersebut.

“Skema imbal dagang nantinya akan menggunakan metode pembayaran documentary collection,” pungkasnya.(MS11)