Dukung UMKM, BI dan Kemenkop Hadirkan Pusat Wastra Nusantara

mediasumutku.com|MEDAN- Untuk mendukung serta mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif di Indonesia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) bersama Bank Indonesia (BI) bersinergi meluncurkan Pusat Wastra Nusantara (PWN) secara virtual.

PWN merupakan etalase (showcase) wastra (kain nusantara) berkualitas yang berasal dari UMKM binaan 46 Kantor Perwakilan BI seluruh Indonesia. PWN hadir dalam platform daring melalui situs www.pusatwastranusantara.co.id, sementara showcase PWN secara fisik berlokasi di lantai dasar Gedung Smesco Indonesia, Jakarta.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, berharap, PWN mampu membantu mempersiapkan UKM masa depan, future SME yang berbasis kreativitas dan teknologi, termasuk future fashion yang merupakan salah satu pilar wastra nusantara.

PWN hadir sebagai bentuk terobosan kolaborasi antar Kementerian/Lembaga untuk mendorong implementasi kebijakan yang dapat dirasakan secara nyata terutama di tengah pandemi Covid-19.

“Diharpakan, Pusat Wastra Nusantara ini dapat melahirkan banyak ide brilian, inovasi model bisnis terkait wastra nusantara, dan karya keren, yang tentunya relevan dengan generasi muda kita untuk juga mencintai kekayaan budaya asli nusantara. Secara khusus, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah mendukung penuh dan mensponsori pembangunan Pusat Wastra Nusantara di Gedung Smesco ini,” katanya melalui virtual, Sabtu (31/7/2021).

Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono, menyampaikan, pengembangan PWN sebagai kanal pemasaran dan media promosi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi UMKM, serta menjadi rujukan bagi pecinta wastra, sarana edukasi bagi masyarakat umum, dan sebagai media untuk memperluas kanal pemasaran produk UMKM.

Dari sisi pembiayaan, berdasarkan data terakhir Juni 2021 untuk kredit UMKM telah menunjukan sinyal positif dengan pertumbuhan sebesar 2,35%, lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya.

“BI juga senantiasa berupaya untuk mendukung sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal bagi UMKM juga masyarakat melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai standar sistem pembayaran QR Code di Indonesia. Hingga minggu ketiga Juli 2021 terdapat 8,1 juta merchant yang terdaftar menggunakan QRIS dan 86 persen nya merupakan UMKM,” pungkasnya.(MS11)