BPBD Nias Utara Dirikan Posko Penanganan Darurat Banjir

NIAS UTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Utara merespons dengan sigap bencana banjir yang terjadi di wilayahnya. Upaya tersebut dilakukan di bawah koordinasi pos komando (posko) penanganan dampak banjir yang didirikan di dua kecamatan pada Minggu (15/8/2021), sekira pukul 07.56 WIB.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nias Utara Herman yang dihubungi via telepon siang tadi. Posko di tingkat kabupaten mengaktifkan pos lapangan yang berada di dua kecamatan paling terdampak, yaitu Kecamatan Lahewa Timur dan Sitolu Ori. Pos tersebut mempermudah BPBD dan dinas terkait lainnya untuk melakukan upaya penanganan darurat.

“Kami telah mendirikan pos pengungsi dan kedaruratan pada dua kecamatan terdampak, tepatnya di Kecamatan Lahewa Timur dan Sitolu Ori guna membantu masyarakat melakukan aktivitas pembersihan dan menyediakan kebutuhan pangan,” ujar Herman.

Herman juga mengungkapkan para warga terdampak masih bertahan di rumah masing-masing dan BPBD setempat mendukung aktivitas mobilisasi warga dengan perahu karet.

“Para warga masih bertahan di rumah masing-masing sehingga kami menyediakan perahu karet untuk membantu mobilisasi masyarakat serta evakuasi ke tempat yang telah kami sediakan,” tambahnya.

Banjir yang dipicu hujan dengan intensits tinggi mengakibatkan debit air Sungai Muzoi, Ehau dan Tumula meluap dan merendam 500 unit rumah warga. Pantuan BPBD setempat tinggi muka air hingga 200 cm. Sebanyak empat kecamatan yang terdampak banjir tersebut, yaitu Kecamatan Lahewa Timur, Alasa, Lotu dan Sitolu Ori. Hingga siang tadi BPBD setempat masih melakukan kaji cepat serta pendataan kerugian materil akibat banjir.

BPBD Kabupaten Nias Utara melaporkan bahwa cuaca di sekitar lokasi kejadian mendung dan beberapa wilayah lain masih dilanda hujan ringan. Berdasarkan prakiraan cuaca tiga hari ke depan mulai Minggu hingga Selasa 17 Agustus yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatera Utara didominasi cuaca berawan dan hujan ringan.

Banjir Kabupaten Tanah Laut Berangsur Surut

Banjir juga melanda salah satu wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu Kabupaten Tanah Laut. Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi dalam tiga hari terakhir sejak Kamis lalu (12/8). Kondisi tersebut menyebabkan kenaikan debit air di Kecamatan Jorong dan Kintap pada Sabtu (14/8), pukul 08.00 WITA. Ketinggian muka air (TMA) yang merendam 957 unit rumah terpantau antara 80 hingga 100 cm.

Esty Wulandari selaku personel Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Tanah Laut mengatakan bahwa saat ini, banjir di beberapa titik wilayah telah berangsur surut.

“Situasi cuaca pagi ini cerah dan berdasarkan laporan rekan Tim Reaksi Cepat (TRC) di lapangan, beberapa titik wilayah yang terendam banjir,” ungkap Esty melalui sambungan telepon.

“Untuk di Kecamatan Jorong penurunan TMA sudah mencapai 20 sentimeter, sedangkan di Kecamatan Kintap 10 sentimeter,” tambahnya.

(MS9/Okz)