Mahasiswa Ini Manfaatkan Panel Surya Energi Alternatif Penerangan Parkir Kampus

ASAHAN – Mahasiswa STMIK Royal Kisaran, Elevendes Nainggolan memanfaatkan panel surya sebagai energi alternatif penerangan lampu parkir di kampus.

Elevendes yang tercatat sebagai mahasiswa program studi Sistim Komputer (SK) ini berhasil mendemonstrasikan energi alternatif panel surya tersebut sebagai penerangan di salah satu sudut kampus dengan penerapan embedded sistem.
Keberhasilan Elevendes Nainggolan tentunya berkat bimbingan dosen Adi Prijuna Lubis, S.Kom,. M.Kom, dan Sumantri, M.H.

Ketua STMIK Royal Kisaran Wan Mariatul Kifti, SE, MM menyatakan sangat berbangga atas kreatifitas mahasiswanya yang mampu memanfaatkan energi matahari merubahnya menjadi energi panas atau listrik untuk kebutuhan energi manusia.

“Atas karya mahasiswa kami ini, dimanfaatkan sebagai lampu penerangan di area parkir kampus. Hal ini sangat bagus sebab kita mengetahui sendiri sumber energi yang berjumlah besar dan bersifat terus-menerus yaitu matahari tidak akan habis. Oleh sebab itu kita perlu memanfaatkan alam ini untuk kebutuhan-kebutuhan manusia yang lebih bermanfaat,” kata Ketua STMIK yang akrab disapa dengan Ibu Inti ini saat berbincang bersama wartawan, Senin (16/8/2021).

Sementara itu, Adi Prijuna Lubis selaku dosen pembimbing berpesan kepada mahasiswa ada banyak alasan mengapa saat ini kita berpindah menggunakan tenaga surya sebagai pengganti bahan bakar diantaranya sumber hijau energi bersih.

Lanjutnya, tenaga surya tidak menghasilkan gas rumah kaca dan tidak mencemari air atau bagian lain dari alam. Selain itu, tenaga surya hampir tidak bergantung pada energi lainnya dan hanya membutuhkan sedikit air untuk bekerja.

“Tenaga surya membuat kita bebas dari harga listrik, harga listrik biasanya sering berubah dari waktu ke waktu, menjadi lebih mahal di tengah hari dan di sore hari. Karena pembangkit listrik membuat output yang relatif stabil, harga naik dan turun sepanjang hari, perubahaan didasarkan pada permintaan. Dengan tenaga surya, kita dapat menghindari kenaikan harga ini, dan mendapatkan energi yang jauh lebih murah,” ujarnya. (MS10)